Penduduk Kota Tasikmalaya 2026 Capai 767.854 Jiwa, 68,4 Persen Usia Produktif 15-64 Tahun

Penulis: Darmawan Putra  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:05:31 WIB
Penduduk Kota Tasikmalaya tercatat 767.854 jiwa pada 2026 berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

Kota Tasikmalaya mencatat total penduduk 767.854 jiwa pada 2026 dengan 525.149 jiwa di antaranya atau 68,4 persen berada di kelompok usia 15-64 tahun. Data Badan Pusat Statistik itu menempatkan kelompok usia produktif sebagai penopang utama struktur demografi kota, sementara komposisi laki-laki dan perempuan tercatat relatif berimbang. Kepadatan penduduk antar kecamatan juga tidak merata.

TASIKMALAYA — Badan Pusat Statistik merilis potret demografi Kota Tasikmalaya untuk 2026. Dari 767.854 jiwa penduduk, sebanyak 525.149 jiwa masuk kategori usia 15-64 tahun. Proporsi 68,4 persen itu menjadikan kota ini bertumpu pada kelompok usia yang umumnya aktif di pendidikan, pekerjaan, dan kegiatan ekonomi.

Angka tersebut bukan sekadar statistik kependudukan. Komposisi ini menentukan arah kebijakan ketenagakerjaan, pendidikan, dan pengembangan usaha daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Siapa yang Menopang Struktur Penduduk Kota Tasikmalaya

Kelompok usia 15-64 tahun mencakup pelajar sekolah menengah, mahasiswa, pekerja formal, pelaku usaha, hingga ibu rumah tangga yang menjalankan kegiatan ekonomi rumahan. Rentang usia itu menjadi tulang punggung produksi dan konsumsi di tingkat kecamatan.

Besarnya kelompok usia muda yang mulai masuk pasar kerja menuntut ketersediaan lapangan pekerjaan. Kebutuhan itu tidak hanya soal jumlah lowongan, tetapi juga kecocokan keterampilan dengan kebutuhan industri dan usaha lokal.

Peningkatan keterampilan, ruang bagi usaha mikro, serta pengembangan ekonomi kreatif menjadi tiga hal yang disebut dalam data BPS sebagai penopang potensi sumber daya manusia Kota Tasikmalaya.

Rasio Gender Relatif Berimbang, Kepadatan Antar Kecamatan Tidak Merata

Data BPS juga mencatat komposisi penduduk laki-laki dan perempuan di Kota Tasikmalaya relatif berimbang. Keseimbangan ini berpengaruh pada perencanaan layanan publik, mulai dari fasilitas kesehatan hingga ruang kerja yang inklusif.

Yang perlu dicermati, kepadatan penduduk antarwilayah kecamatan tidak seragam. Ada kecamatan dengan konsentrasi penduduk tinggi, ada pula yang lebih renggang.

Perbedaan itu berdampak langsung pada kebutuhan infrastruktur. Kecamatan padat membutuhkan penanganan sampah, drainase, dan transportasi yang lebih intensif dibanding wilayah berpenduduk lebih sedikit.

Mengapa Data Demografi Ini Penting bagi Warga Tasikmalaya

Angka 68,4 persen penduduk usia produktif menentukan seberapa besar beban tanggungan yang harus dipikul kelompok bekerja. Semakin besar proporsi usia produktif, semakin ringan rasio ketergantungan kota terhadap kelompok usia nonproduktif.

Kondisi ini membuka peluang bagi Kota Tasikmalaya untuk mengembangkan sektor usaha dan ekonomi kreatif. Kelompok usia muda yang masuk pasar kerja membutuhkan dukungan berupa lapangan pekerjaan dan peningkatan keterampilan.

Data BPS menyebut besarnya proporsi penduduk usia produktif sebagai gambaran penting dalam melihat kondisi demografi Kota Tasikmalaya. Selain struktur usia, perbedaan kepadatan antar kecamatan serta komposisi gender yang berimbang turut menjadi bagian dari potret tersebut.

Bagi pemerintah daerah, rilis ini menjadi dasar untuk menyusun program pelatihan kerja, fasilitasi UMKM, dan pemerataan pembangunan antar kecamatan. Tanpa penanganan yang tepat, bonus demografi bisa berubah menjadi beban sosial.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top