BANDUNG — Lagu "Can't Hold Us" yang direkam Macklemore bersama Ryan Lewis dan Ray Dalton pada 2011 kembali menembus dua tangga lagu global Billboard. Berdasarkan laporan The Express Tribune, lagu tersebut melesat dari posisi No. 146 ke No. 100 pada Billboard Global 200. Di saat yang sama, lagu ini juga melonjak dari peringkat No. 121 ke No. 80 pada Billboard Global Excl. U.S.
Pencapaian itu menjadi yang tertinggi bagi Macklemore sepanjang kariernya di kedua pemeringkatan tersebut. Lagu ini awalnya dirilis sebagai singel dari album "The Heist" pada 2012.
"Can't Hold Us" sempat memuncaki tangga lagu Billboard Hot 100. Lagu ini menjadi karya nomor satu kedua bagi duo Macklemore dan Ryan Lewis setelah lagu hits "Thrift Shop".
Kebangkitan lagu ini terjadi di tengah dinamika sorotan media terhadap Macklemore. Ia dikeluarkan dari jajaran artis pendukung tur Loop Tour milik Ed Sheeran.
Keputusan pencoretan tersebut diambil setelah Macklemore menyampaikan pernyataan pro-Palestina saat tampil di MetLife Stadium. Ed Sheeran kemudian menjelaskan bahwa langkah tersebut datang dari pihak promotor tur akibat keberatan dari beberapa pengelola tempat acara.
Selain "Can't Hold Us", sorotan publik juga mendorong kembali lagu bertema politik milik Macklemore yang berjudul "Hind's Hall" ke tangga lagu. Menurut data Luminate, lagu tersebut kembali masuk ke posisi No. 10 pada tangga lagu Billboard Digital Song Sales.
Lagu itu mencatatkan penjualan sekitar 1.600 unduhan digital di Amerika Serikat. "Hind's Hall" pertama kali dirilis pada 2024, terinspirasi oleh aksi unjuk rasa mahasiswa pro-Palestina di Columbia University.
Lagu tersebut pernah menduduki posisi puncak di No. 7 pada tangga lagu Digital Song Sales. Kembalinya lagu ini menjadi penampilan keduanya di jajaran 10 besar.