Wagub Jabar Erwan Setiawan Dorong Pekerja Migran Berkompetensi Global Lewat Program SMK Go Global

Penulis: Darmawan Putra  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:32:32 WIB
Wagub Jabar Erwan Setiawan meninjau program SMK Go Global di UKRI Kota Bandung.

BANDUNG — Peninjauan program SMK Go Global di UKRI Kota Bandung menjadi ajang bagi Pemprov Jabar menegaskan arah pembinaan calon pekerja migran. Wagub Erwan menilai bekal kompetensi menjadi kunci kesejahteraan pekerja migran asal Jawa Barat.

Program SMK Go Global diposisikan sebagai strategi pemerintah menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil, profesional, dan berdaya saing global. Pelatihan ini juga memperkuat pelindungan pekerja migran sejak sebelum keberangkatan.

Jawa Barat Siap Cetak SDM Berkelas Global

Erwan menyatakan komitmen Pemda Provinsi Jabar untuk menciptakan SDM berkualitas dengan bekal kompetensi yang dapat menghadirkan kesejahteraan pekerja migran.

"Jawa Barat siap mencetak SDM berkelas global. Dan Jawa Barat ingin setiap pekerja migrannya berangkat dengan kompetensi, bekerja dengan martabat, serta pulang membawa kesejahteraan," kata Wagub Erwan.

Menurutnya, pelatihan bagi calon pekerja migran tidak cukup hanya mengasah kemampuan teknis. Kecakapan berbahasa asing, literasi digital, hingga pemahaman budaya kerja negara tujuan harus melengkapi kompetensi teknis tersebut.

"Karena pasar kerja internasional berubah sangat cepat, kompetensi teknis saja tidak cukup. Calon pekerja migran juga membutuhkan bahasa asli, literasi digital, kemampuan berkomunikasi, pemahaman budaya negara tujuan, etika kerja, serta pengetahuan mengenai hak dan kewajibannya," ucap Wagub Erwan.

212.182 Peluang Kerja Luar Negeri Masih Terbuka

Menteri P2MI Mukhtarudin memaparkan data SIP2MI per 4 Oktober 2026. Dari total 287.291 posisi yang tersedia, sebanyak 75.109 posisi atau 26,14 persen telah terserap, sementara 73,86 persen lainnya masih menunggu tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi.

Artinya, masih ada 212.182 peluang kerja luar negeri yang terbuka bagi tenaga kerja Indonesia.

"SMK Go Global merupakan upaya nyata pemerintah untuk menyiapkan Pekerja Migran Indonesia yang terampil, profesional, dan berdaya saing global. Program ini juga menjadi bentuk pelindungan dari hulu, dengan membekali peserta kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja internasional agar siap bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi," tutur Menteri Mukhtarudin.

Peserta BP3MI Jawa Barat Tertinggi di Indonesia

Data per 8 Oktober 2026 mencatat peserta pelatihan SMK Go Global dari BP3MI Jawa Barat mencapai 1.319 orang. Jumlah itu menjadi yang tertinggi sementara dibandingkan wilayah kerja BP3MI lainnya.

Khusus di UKRI, pelatihan diikuti 175 peserta yang terbagi dalam sembilan kelas. Rinciannya, bidang operation production dan bahasa Inggris diikuti 57 peserta dalam tiga kelas, welder dan bahasa Inggris 20 peserta dalam satu kelas, serta barista dan bahasa Inggris 98 peserta dalam lima kelas.

Mukhtarudin menjelaskan pelatihan tersebut merupakan program upskilling bagi peserta yang telah memiliki kemampuan dasar sesuai bidangnya. Lewat pelatihan dan sertifikasi, kemampuan peserta diharapkan semakin memenuhi standar kompetensi dunia kerja internasional.

"Penguatan tenaga kerja terampil semakin penting di tengah bonus demografi Indonesia. Ketika Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar, sejumlah negara justru menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat fenomena penuaan penduduk atau aging population," tandas Mukhtarudin.

Kompetensi Teknis Saja Tidak Cukup

Erwan menekankan pentingnya peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia yang lebih terukur. Program SMK Go Global diharapkan menjadi wadah mengasah soft skill calon pekerja migran.

"Kita tidak ingin mencetak pekerja migran yang hanya sekadar siap berangkat kerja. Kita ingin mencetak pekerja migran yang siap bersaing dan terlindungi. Hadirin yang saya hormati, saya juga mengapresiasi pembuatan kapasitas dan perlindungan pekerja migran Indonesia di Jawa Barat," imbuhnya.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: tarungnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top