Dosen Universitas YARSI Luncurkan Platform Crowdfunding untuk Percepat Pembangunan Pesantren Tahfidz di Ciseeng Bogor

Penulis: Darmawan Putra  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:16:02 WIB
Tim Pengabdian Universitas YARSI meluncurkan platform crowdfunding untuk mendukung pembangunan Pesantren Tahfidz Qur'an Misbahul Minhaj di Ciseeng, Bogor.

BOGOR — Pembangunan asrama, ruang kelas, dan sanitasi santri di Pesantren Tahfidz Qur'an Misbahul Minhaj kerap tersendat karena metode donasi konvensional. Ketergantungan pada donatur dari lingkaran terbatas membuat konstruksi fisik berjalan lambat meski pesantren telah memiliki legalitas resmi dan lahan wakaf.

Ketiadaan sistem pencatatan donasi publik yang transparan dan berskala luas menjadi kendala utama pengurus. Kondisi itu mendorong tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas YARSI merancang platform crowdfunding mandiri berbasis web yang dikembangkan khusus untuk pesantren tersebut.

Ketua Tim dan Susunan Anggota Pengabdian

Tim pengabdian diketuai Dr. Mubarik Ahmad, S.Kom., M.Kom., bersama Drs. Suhaeri, MT., Hendra Wicaksono, S.Hum., M.IP. Sejumlah mahasiswa Teknik Informatika turut dilibatkan, yakni Muhammad Ilham Syah, Achmad Adrian Firmansyah, dan Noval Aditya Sadik.

Program berjudul "Digitalisasi Filantropi: Pengembangan Platform Crowdfunding Berbasis Web untuk Kemandirian Ekonomi Pesantren Tahfidz Qur'an Misbahul Minhaj" berlokasi di Kampung Calincing Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Fitur Visualisasi Pembangunan hingga Dasbor Transparansi

Platform digital ini mengintegrasikan sejumlah fitur yang dirancang untuk memudahkan donatur dan pengurus pesantren dalam mengelola donasi secara terbuka. Fitur-fitur tersebut antara lain:

  • Visualisasi Pembangunan dan Site Plan Digital: menyajikan rancangan fasilitas gedung pesantren, galeri perkembangan konstruksi, dan narasi program secara interaktif.
  • Sistem Pembayaran Multi-Kanal: memfasilitasi donatur menyalurkan sedekah dan wakaf melalui QRIS, Virtual Account bank nasional, dan dompet digital.
  • Dasbor Transparansi Real-Time: menampilkan persentase dana terhimpun dan laporan rekapitulasi dana masuk secara terbuka untuk membangun kepercayaan publik.

Perubahan Paradigma Penggalangan Dana Pesantren

Ketua Tim Pengabdian Universitas YARSI Dr. Mubarik Ahmad, M.Kom., menyatakan platform ini mengubah cara penggalangan dana pesantren dari pola konvensional menuju ekosistem filantropi modern yang akuntabel.

"Melalui platform crowdfunding ini, kami ingin memberikan solusi hulu-hilir bagi pesantren rintisan. Di sisi hulu, jangkauan syiar donasi dapat menembus batas geografis. Sementara di sisi hilir, transparansi laporan dapat diakses langsung oleh masyarakat luas sehingga melahirkan modal sosial yang berkelanjutan," jelasnya.

Pelatihan 15 Pengurus dan Staf Pesantren

Rangkaian program dilanjutkan dengan workshop dan pendampingan intensif pada Senin, 5 Oktober 2026. Pelatihan diikuti 15 peserta dari kalangan pengurus harian dan staf pesantren.

Materi workshop mencakup tata cara pengelolaan konten situs web, pembaruan progres pembangunan, administrasi pangkalan data donatur, serta etika pelaporan pertanggungjawaban donasi publik.

Dukungan Pimpinan Pesantren dan Kaitan dengan SDGs

Pimpinan Pesantren Tahfidz Qur'an Misbahul Minhaj menyambut baik realisasi program tersebut. Keberadaan platform digital mandiri dan pembekalan tata kelola donasi dinilai membuka optimisme baru bagi kelanjutan penyelesaian pembangunan fisik fasilitas santri.

Program ini juga disebut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Pengurus pesantren berharap platform crowdfunding mampu mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren sebagai wirausaha sosial sekaligus memperluas jangkauan donatur di luar lingkaran terbatas.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: bogordaily.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top