BOGOR — Pembangunan asrama, ruang kelas, dan sanitasi santri di Pesantren Tahfidz Qur'an Misbahul Minhaj kerap tersendat karena metode donasi konvensional. Ketergantungan pada donatur dari lingkaran terbatas membuat konstruksi fisik berjalan lambat meski pesantren telah memiliki legalitas resmi dan lahan wakaf.
Ketiadaan sistem pencatatan donasi publik yang transparan dan berskala luas menjadi kendala utama pengurus. Kondisi itu mendorong tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas YARSI merancang platform crowdfunding mandiri berbasis web yang dikembangkan khusus untuk pesantren tersebut.
Tim pengabdian diketuai Dr. Mubarik Ahmad, S.Kom., M.Kom., bersama Drs. Suhaeri, MT., Hendra Wicaksono, S.Hum., M.IP. Sejumlah mahasiswa Teknik Informatika turut dilibatkan, yakni Muhammad Ilham Syah, Achmad Adrian Firmansyah, dan Noval Aditya Sadik.
Program berjudul "Digitalisasi Filantropi: Pengembangan Platform Crowdfunding Berbasis Web untuk Kemandirian Ekonomi Pesantren Tahfidz Qur'an Misbahul Minhaj" berlokasi di Kampung Calincing Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.
Platform digital ini mengintegrasikan sejumlah fitur yang dirancang untuk memudahkan donatur dan pengurus pesantren dalam mengelola donasi secara terbuka. Fitur-fitur tersebut antara lain:
Ketua Tim Pengabdian Universitas YARSI Dr. Mubarik Ahmad, M.Kom., menyatakan platform ini mengubah cara penggalangan dana pesantren dari pola konvensional menuju ekosistem filantropi modern yang akuntabel.
"Melalui platform crowdfunding ini, kami ingin memberikan solusi hulu-hilir bagi pesantren rintisan. Di sisi hulu, jangkauan syiar donasi dapat menembus batas geografis. Sementara di sisi hilir, transparansi laporan dapat diakses langsung oleh masyarakat luas sehingga melahirkan modal sosial yang berkelanjutan," jelasnya.
Rangkaian program dilanjutkan dengan workshop dan pendampingan intensif pada Senin, 5 Oktober 2026. Pelatihan diikuti 15 peserta dari kalangan pengurus harian dan staf pesantren.
Materi workshop mencakup tata cara pengelolaan konten situs web, pembaruan progres pembangunan, administrasi pangkalan data donatur, serta etika pelaporan pertanggungjawaban donasi publik.
Pimpinan Pesantren Tahfidz Qur'an Misbahul Minhaj menyambut baik realisasi program tersebut. Keberadaan platform digital mandiri dan pembekalan tata kelola donasi dinilai membuka optimisme baru bagi kelanjutan penyelesaian pembangunan fisik fasilitas santri.
Program ini juga disebut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Pengurus pesantren berharap platform crowdfunding mampu mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren sebagai wirausaha sosial sekaligus memperluas jangkauan donatur di luar lingkaran terbatas.