JAWA BARAT — Quarter life crisis jadi fase yang makin sering dibicarakan anak muda usia 20-an hingga awal 30-an. Drama Korea belakangan banyak mengangkat tema kehidupan nyata yang jauh dari sempurna, lewat tokoh-tokoh yang gelisah soal masa depan. Dari kisah mereka, ada pelajaran yang bisa dipakai untuk menghadapi fase ini.
Banyak orang di usia 20-an akhir sampai awal 30-an merasa cemas soal masa depan, insecure dengan pencapaian teman sebaya, atau bingung apa yang sebenarnya diinginkan dari hidup. Drakor kini makin sering menampilkan karakter dengan masalah serupa, membuat penonton merasa tidak sendirian. Lima pelajaran berikut datang dari perjalanan tokoh-tokoh tersebut.
Dong Man digambarkan sebagai satu-satunya anggota The Eight yang belum berhasil debut sebagai sutradara film, padahal sudah berjuang dua puluh tahun. Teman-teman seangkatannya sudah jadi sutradara dan produser sukses, sementara ia masih terjebak di titik yang sama dan sering dipandang sebelah mata.
Rasa tidak berharga membuatnya mudah tersinggung dan cenderung mendominasi percakapan demi pengakuan. Titik baliknya datang saat bertemu Byeon Eun A, produser yang melihat sisi lain dirinya yang selama ini tidak dihargai. Keterlambatan meraih mimpi bukan berarti seseorang tidak berharga.
Mi Jeong adalah pekerja kantoran yang hidupnya tampak biasa dari luar, tetapi menyimpan kehampaan mendalam. Setiap hari ia menjalani rutinitas sama: bekerja di Seoul, lalu pulang ke pinggiran kota yang jauh, tanpa momen yang benar-benar membuatnya merasa hidup.
Ia pendiam dan sulit mengekspresikan perasaan, bahkan bingung kenapa hidupnya terasa kosong padahal semuanya berjalan normal. Kehampaannya jadi bagian tak terlihat dari quarter life crisis. Mengakui rasa kosong itu sendiri adalah langkah pertama mencari apa yang membuat hidup terasa berarti.
Seo Ri dulunya aktris cilik yang cukup dikenal, namun kariernya meredup begitu beranjak dewasa hingga harus puas dengan peran kecil sebagai pemeran pengganti. Ia merasa terjebak dalam bayang-bayang kesuksesan masa lalu yang tak kunjung terulang.
Titik baliknya datang tak terduga saat jiwa Seo Ri ditumpangi Kang Dan Shim, selir licik era Joseon yang punya keberanian dan ambisi besar. Perpaduan kepribadian keduanya perlahan membuat Seo Ri lebih berani mengejar mimpi sebagai aktris. Karier yang sempat redup bukan berarti kesempatan sudah tertutup.
Yi Young adalah dokter residen tahun pertama yang kembali menjalani pendidikan spesialisasi demi melunasi utang, setelah sempat gagal dan mengulang di tahun-tahun sebelumnya. Status pengulang membuatnya kerap dipandang sebelah mata oleh rekan maupun atasan di rumah sakit.
Meski begitu, ia tidak membiarkan status itu mendefinisikan dirinya. Yi Young tetap berusaha jadi dokter yang penuh empati dan bertanggung jawab terhadap pasien, bahkan saat ia sendiri berjuang dengan masalah finansial dan tekanan pekerjaan. Memulai sesuatu lebih lambat dari orang lain bukan alasan untuk menyerah.
Kelima tokoh ini menunjukkan bahwa quarter life crisis bukan tanda kegagalan, melainkan fase yang wajar dialami banyak orang. Dong Man, Mi Jeong, Seo Ri, dan Yi Young sama-sama berjuang dengan cara masing-masing sebelum menemukan titik terang. Yang membedakan bukan seberapa cepat mereka berhasil, tapi kemauan untuk terus melangkah.
Dari kisah mereka, menghadapi quarter life crisis bukan soal siapa paling cepat mencapai tujuan, tapi soal menerima proses dan tetap mencari makna. Pelajaran paling penting: berhenti membandingkan diri dengan pencapaian orang lain.