200 Pelari Ramaikan DTBL Trail Run 2026 di Talaga Surian, Wabup Kuningan Sebut Ajang Promosi Wisata Alam

Penulis: Bayu Nugroho  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:01:32 WIB
Peserta DTBL Trail Run 2026 melewati rute alam di kawasan Talaga Surian, Kuningan.

KUNINGAN — Gelaran DTBL Trail Run 2026 memakai Talaga Surian sebagai titik start dan finis. Peserta terbagi dalam dua kategori jarak, yakni 10 kilometer dan 17 kilometer, dengan rute menyusuri jalur alam kawasan tersebut.

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani melepas para peserta pada pagi hari. Menurutnya, jumlah peserta yang hadir mendekati target penyelenggara.

"Alhamdulillah, tadi jumlah peserta kurang lebih 200 orang. Ada dua kategori jarak yang diikuti, yakni 10 kilometer dan 17 kilometer," ujar Tuti seusai melepas peserta DTBL Trail Run 2026 di Talaga Surian.

Pelari Luar Kota Jadi Sasaran Promosi

Sebagian peserta berasal dari kabupaten dan kota lain di luar Kuningan. Komposisi itu dimanfaatkan pemda untuk memperkenalkan karakter alam Kuningan kepada pengunjung baru, bukan hanya kepada warga lokal yang sudah mengenal Talaga Surian.

Para pelari menjalani rute terbuka dengan kontur tanah dan udara khas dataran tinggi. Pengalaman menempuh jalur itu dinilai meninggalkan kesan tersendiri bagi peserta yang belum pernah datang ke kawasan tersebut.

"Pesertanya banyak juga dari luar kota. Ini menjadi ajang promosi wisata Kabupaten Kuningan," kata Tuti.

Udara Dingin Pagi Jadi Daya Tarik Talaga Surian

Suhu di sekitar Talaga Surian pada pagi hari terasa jauh lebih rendah dibanding wilayah lain di Kuningan. Kondisi itu dirasakan langsung oleh peserta saat mengawali lari.

"Alhamdulillah, tadi pagi udaranya cukup dingin, sampai menusuk tulang. Jadi, mereka bisa merasakan langsung kesejukan alam di Talaga Surian," ungkap Tuti.

Panorama alam dan udara sejuk disebut menjadi keunggulan kawasan ini dibanding venue lari di dalam kota. Kombinasi keduanya yang dipakai penyelenggara sebagai nilai jual kegiatan.

Olahraga dan Promosi Pariwisata Digabung

Pemkab Kuningan menempatkan ajang lari lintas alam sebagai instrumen promosi, bukan sekadar kompetisi. Peserta yang datang dari luar daerah berpotensi menyebarkan pengalaman mereka ke jaringan masing-masing.

Kegiatan semacam ini juga mendorong warga menjalani gaya hidup sehat lewat olahraga di ruang terbuka. Jalur alam dipilih agar peserta mendapat pengalaman berbeda dari lari di jalan raya.

Pemkab belum menyampaikan rencana penyelenggaraan berikutnya atau target jumlah peserta untuk edisi mendatang. Evaluasi terhadap pelaksanaan DTBL Trail Run 2026 akan menjadi acuan jika kegiatan ini dilanjutkan.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: radarcirebon.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top