BANDUNG — Kunjungan delegasi KRI Songkhla, Thailand, ke Pendopo Kota Bandung menjadi ajang bagi Pemkot Bandung memperkenalkan potensi daerahnya. Farhan memaparkan karakter Bandung sebagai kota modern yang tumbuh lewat perjalanan sejarah panjang, bukan sekadar deretan bangunan lama.
Menurut Farhan, identitas kota terbentuk dari perkembangan masyarakat, pendidikan, dan aktivitas kreatif warganya. Berbagai kawasan bersejarah, pusat kota, dan ruang publik disebutnya sebagai bukti perjalanan Bandung menjadi kota pendidikan, perdagangan, jasa, dan pariwisata.
Dalam pertemuan itu, Farhan menegaskan posisi Bandung dalam sejarah perkotaan Indonesia. Ia menyebut kota ini berdiri sejak 1810 dan berkembang melalui modernisasi, bukan warisan kolonialisme.
"Kota Bandung adalah kota kosmopolitan pertama di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1810, sehingga tidak ada sisa-sisa kolonialisme. Semuanya merupakan hasil modernisasi dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20," ujar Farhan, sebagaimana dikutip dalam keterangan Humas Kota Bandung, Senin (19/10/2026).
Pernyataan tersebut memperkuat upaya Farhan memperkenalkan Bandung lewat perspektif sejarah dan modernisasi. Arsitektur, kehidupan sosial, dan aktivitas ekonomi kota terus berubah mengikuti perkembangan zaman.
Pertemuan di Pendopo Kota Bandung tidak hanya membahas pariwisata. Pemkot Bandung membuka peluang kerja sama dengan pihak Thailand di sejumlah bidang:
Delegasi KRI Songkhla menjadi mitra pertama dari Thailand Selatan yang menerima tawaran langsung dari Farhan. Kunjungan kehormatan ini disebut sebagai langkah mempererat hubungan Bandung dengan pihak Thailand.
Farhan menempatkan sejarah panjang, kekayaan budaya, perkembangan pendidikan, dan industri kreatif sebagai empat modal utama Bandung. Keempatnya tumbuh di tengah kehidupan perkotaan modern yang menjadi ciri kota ini.
Bagi warga Thailand Selatan, tawaran tersebut membuka pilihan destinasi selain kota-kota besar lain di Indonesia. Bandung menawarkan pengalaman kota yang modern tanpa meninggalkan jejak sejarahnya.
Pemkot Bandung belum merinci bentuk tindak lanjut dari pertemuan tersebut. Hubungan pariwisata, kebudayaan, pendidikan, olahraga, dan ekonomi kreatif masih berstatus peluang yang dibahas dalam kunjungan kehormatan itu.