Antisipasi Pencurian Hewan Kurban, Polisi Sambangi Penjual Sapi

TASIKMALAYA- Menganitisipasi pencurian hewan kurban jelang hari raya Idul Adha, jajaran Polsek Indihiang melakukan himbauan kepada para pedagang sapi kurban, Rabu (15/8/2018) siang. Selain memberi kiat agar sapi aman dari pencurian, polisi juga mengingatkan uang yang dijadikan nilai tukar, agar terhindar dari uang palsu.

Ya, maraknya pencurian hewan jelang Idul Adha, menjadi perhatian khusus jajaran Polsek Indihiang. Guna mengantisipasi kejadian tersebut, jajaran Polsek Indihiang terjun menemui pedagang hewan kurban dan memberi kiat kiat agar hewan jualannya tidak jadi sasaran pelaku kejahatan.

Menurut Kapolsek Indihiang Kompol Moch Bashori salah satu kiat yang diberikan polisi yakni, jika malam hari disarankan pedagang untuk giliran menunggui hewan dan segera melapor ke Mapolsek jika ada orang yang dianggap mencurigakan.

Polisi juga mengingatkan pedagang jika bertransaksi dengan calon pembeli harus memperhatikan keaslian uang yang diterima, agar tidak jadi korban penipuan.

Untuk tahun ini harga jual sapi naik 30 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikannya berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per ekor.

“Kenaikan harga sapi sudah terjadi sejak bulan Juli lalu. Kini harga sapi kurban berkisar Rp 18,5 juta per ekor hingga Rp 30 juta per ekor, tergantung bobotnya,” kata salah seorang pedagang di kawasan Parhon Indihiang, Dadang Supriatna.

Pembeli yang kerap datang ke tempat penjualan hewan kurban kebanyakan memilih sapi dengan harga Rp 17 juta hingga Rp 18,5 juta dengan berat sapi hidup antara 350 – 400 kg per ekor. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web