Butuh Biaya Untuk Nikahi Janda, Duda asal Manonjaya ini Gasak Rumah Tetangganya

TASIKMALAYA- Depi alias Ebeng (30) baru dua hari mempersunting wanita pilihannya setelah beberapa tahun menduda. Tapi bulan madunya tidak berjalan mulus. Pasalnya, dia dijemput paksa anggota Unit Reskrim Polsek Manonjaya. Gara-gara Ebeng yang warga Kampung Pasir Kubang, Pasir Batang, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya ini tersangkut pencurian dengan pemberatan.

Setelah diintrogasi terungkap jika Ebeng memang ‘pemain’ pencurian rumah kosong. Selain beraksi di kampungnya, beberapa rumah di luar kampung telah dijebolnya.

Menurut Kapolsek Manonjaya AKP Hamzah Nasip, tersangka dikenal licin. Aksinya selalu mulus tanpa meninggalkan jejak. Tapi kini Ebeng sial, setelah membongkar rumah Mamat (47), tetangganya.

Ceritanya berawal kala Mamat, istri dan anak-anaknya pergi ke masjid untuk shalat Idul Fitri. “Rupanya kesempatan ini digunakan tersangka untuk melakukan aksi pencurian,” kata Hamzah, kepada www.jabarklik.com Kamis (13/6/2019) siang.

Ditambahkan Hamzah tersangka dengan leluasa membongkar pintu dapur samping. Lalu memecahkan kaca penyekat antara dapur dan ruang tengah. Dari rumah ini tersangka menggasak 2 ponsel pintar dan 1 hand phone.

Korban yang pulang dari masjid, tersentak kaget mendapati rumah dalam kondisi acak-acakan. Yakin, rumahnya telah disatroni pencuri, korban lapor Polsek Manonjaya. Hasil penyelidikan polisi pelakunya mengarah kepada tersangka Ebeng.

Empat hari usai lebaran, tersangka diketahui melangsungkan pernikahan dengan wanita pilihannya warga Kampung Cisangkir, Cibeureum. Kota Tasikmalaya. Polisi pun terus mengamati gerak-geriknya. Nah, ketika tersangka tengah berbulan madu, polisi langsung menyergap di rumah istrinya. Kabar tersangka dibekuk polisi cepat menyebar. Ratusan massa pun berdatangan hendak menghakimi. Beruntung dua anggota Polsek Manonjaya yaitu Bripka Dian Permana dan Bripka Acep Jajat Munajat, berhasil menghalau massa sehingga aksi anarkis berhasil dicegah.

Pengakuan tersangka, dirinya sudah dua kali beraksi di rumah korban. Aksi pertama dilakukan lebaran tahun lalu. Karena ketagihan aksinya tidak diketahui, lebaran kali ini aksi serupa diulangi.

“Terlebih saya butuh uang untuk biaya nikah. Malah, barang hasil curian, uangnya saya gunakan untuk maskawin dan bayar penghulu,” kilah tersangka.

Dalam catatan polisi. Tersangka sudah beberapa kali melakukan pembobolan rumah kosong. Selain di kampungnya, sejumlah rumah di wilayah lain, pernah dibobol. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web