Pencarian

Perkedel Bondon Bandung, Kuliner Malam Legendaris Sejak 1980-an yang Buka Pukul 22.30-02.00 WIB

Rabu, 23 September 2026 • 08:30:01 WIB
Perkedel Bondon Bandung, Kuliner Malam Legendaris Sejak 1980-an yang Buka Pukul 22.30-02.00 WIB
Pembeli mengantre di depan gerai Perkedel Bondon di Jalan Stasiun Timur No. 26, Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

Perkedel Bondon di Jalan Stasiun Timur No. 26, Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, tetap menjadi buruan warga meski baru buka pukul 22.30 WIB hingga 02.00 WIB setiap hari. Kuliner malam berbahan dasar kentang ini telah dikenal sejak 1980-an dan kerap membuat pembeli menunggu satu hingga dua jam saat jam sibuk. Lokasinya di sekitar Stasiun Bandung menjadikannya pilihan bagi mereka yang beraktivitas hingga larut malam.

BANDUNG — Saat sebagian besar warung dan restoran di Kota Bandung mulai menutup pintu, Perkedel Bondon justru baru menyalakan kompornya. Kuliner malam ini melayani pembeli mulai pukul 22.30 WIB sampai 02.00 WIB setiap hari, tanpa libur. Jam operasional yang tidak biasa itu sudah menjadi penanda bagi warga yang mencari camilan tengah malam di kawasan Andir.

Menu yang dijual cuma satu: perkedel kentang. Tidak ada varian rasa, tidak ada tambahan topping. Pembeli datang untuk perkedel yang digoreng dadakan, disajikan panas, dengan tekstur garing di luar dan lembut di dalam. Sambal yang disediakan di meja menjadi pendamping yang bikin perkedel gurih ini makin sulit berhenti dikunyah.

Antrean Satu hingga Dua Jam Saat Jam Sibuk

Meski hanya menjual perkedel kentang, Perkedel Bondon tidak pernah sepi. Pembeli datang silih berganti, terutama pada jam-jam setelah tengah malam. Saat ramai, waktu tunggu bisa mencapai satu hingga dua jam. Antrean panjang itu bukan hal baru bagi pelanggan lama yang sudah terbiasa menunggu demi perkedel hangat.

Lokasinya di Jalan Stasiun Timur No. 26, Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, berada persis di sekitar Stasiun Bandung. Posisi itu membuat Perkedel Bondon mudah dijangkau bagi penumpang kereta yang baru tiba malam, pekerja shift malam, atau siapa pun yang sedang melintas di pusat kota.

Bertahan Lebih dari Empat Dekade dengan Resep Sederhana

Perkedel Bondon sudah dikenal sejak 1980-an. Artinya, kuliner ini telah melewati lebih dari empat dekade tanpa mengubah konsep dasarnya. Tampilan sederhana, menu terbatas, dan jam operasional hingga dini hari justru menjadi identitas yang membuatnya bertahan.

Warga lokal maupun wisatawan tetap memburu perkedel ini. Bagi sebagian orang, datang ke Perkedel Bondon bukan sekadar membeli makanan, melainkan menjalani ritual malam yang sudah turun-temurun. Orang tua yang dulu mengajak anaknya kini datang bersama cucu mereka.

Mengapa Perkedel Bondon Sulit Ditiru?

Kesederhanaan justru menjadi keunggulan. Perkedel kentang yang digoreng dengan minyak panas, diangkat saat warna keemasan pas, lalu langsung disajikan ke pembeli. Tidak ada proses pemanasan ulang, tidak ada display kaca. Semua dibuat sesuai pesanan.

Faktor lain adalah waktu. Buka pukul 22.30 WIB berarti Perkedel Bondon mengisi celah yang tidak banyak digarap pedagang lain. Ketika pilihan makan malam mulai menipis, perkedel hangat dengan sambal menjadi jawaban yang praktis.

Pilihan Kuliner bagi yang Beraktivitas hingga Larut

Bagi penumpang kereta api yang tiba di Stasiun Bandung pada malam hari, Perkedel Bondon sering menjadi perhentian pertama sebelum pulang. Jaraknya hanya beberapa langkah dari pintu keluar stasiun. Pembeli bisa makan di tempat atau membungkus untuk dibawa pulang.

Harga yang terjangkau dan porsi yang pas membuat kuliner ini cocok untuk semua kalangan. Tidak perlu reservasi, tidak perlu pesan lewat aplikasi. Cukup datang, antre, dan tunggu perkedel hangat diserahkan.

Perkedel Bondon buka setiap hari pukul 22.30-02.00 WIB di Jalan Stasiun Timur No. 26, Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Bagi yang ingin menghindari antrean panjang, datang lebih awal setelah warung buka bisa jadi pilihan. Namun bagi pelanggan setia, menunggu satu hingga dua jam tampaknya sudah menjadi bagian dari pengalaman menikmati perkedel legendaris ini.

Follow jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks