JAWA BARAT — Apple Pay akhirnya tersedia di India setelah hampir 12 tahun sejak pertama diumumkan, dengan Axis Bank sebagai mitra perbankan perdana. Dukungan pembayaran ini mencakup kartu kredit Visa dan Mastercard terbitan Axis Bank, menandai masuknya Apple ke salah satu pasar besar yang sebelumnya belum terjangkau layanan tersebut. Langkah ini memperkuat ekspansi Apple di India yang selama ini jadi pusat manufaktur sekaligus pasar konsumen dengan pertumbuhan tercepat.
Dukungan Apple Pay terdeteksi sudah diaktifkan di server Apple, menandakan rollout resmi tengah berjalan. Dengan tambahan India, Apple Pay kini tersedia di 101 negara dan wilayah menurut artikel dukungan resmi Apple.
Mengapa India Penting bagi Apple
India telah menjadi salah satu pasar paling strategis bagi Apple, baik dari sisi manufaktur maupun pertumbuhan konsumen. Perusahaan terus memperluas kehadiran ritel dan berulang kali menyoroti pertumbuhan kuat di negara tersebut dalam laporan kuartalan.
Apple dan para pemasoknya juga memindahkan sebagian produksi iPhone ke India sebagai bagian dari upaya mendiversifikasi basis manufaktur di luar China. Langkah ini menjadikan India bukan sekadar pasar penjualan, tetapi juga simpul produksi utama.
Ekspansi yang Diwarnai Gesekan Regulasi
Perjalanan Apple di India tidak sepenuhnya mulus. Perusahaan sedang menghadapi kasus antitrust yang diajukan Competition Commission of India terkait praktik App Store. Apple juga menolak mematuhi perintah pemerintah yang mewajibkan produsen smartphone memasang aplikasi milik negara di perangkat baru.
Mitra manufaktur Apple, Tata Electronics, turut menjadi sorotan setelah regulator polusi India menuduh air limbah dari salah satu pabrik komponen iPhone mencemari air tanah dan lahan pertanian di sekitarnya. Tata juga baru-baru ini menjadi sasaran serangan siber yang diduga membocorkan file rahasia dari sejumlah perusahaan, termasuk Apple.
Dorongan untuk Bisnis Layanan
Peluncuran Apple Pay di India menjadi langkah lanjutan ekspansi perusahaan di negara tersebut dan datang pada waktu yang potensial menguntungkan bagi bisnis Layanan. Pada kuartal fiskal terakhir, Apple mencatat penurunan pendapatan Layanan secara berurutan untuk pertama kali sejak kuartal fiskal keempat 2022.
India memang belum tentu mampu menggerakkan angka tersebut sendirian. Namun dengan penjualan iPhone yang mencapai rekor di negara itu, kehadiran Apple Pay memberi Apple cara lain untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnis layanannya.