Pencarian

Harga BBM Pertamina 8 Oktober 2026: Pertamax Turbo Rp19.600 per Liter

Kamis, 08 Oktober 2026 • 08:08:01 WIB
Harga BBM Pertamina 8 Oktober 2026: Pertamax Turbo Rp19.600 per Liter
Pertamina tidak menyesuaikan harga BBM nonsubsidi pada Oktober 2026.

JAWA BARAT — Pertamina tidak menyesuaikan harga BBM nonsubsidi pada Oktober 2026, sehingga sejumlah produk masih mengacu pada harga yang berlaku sejak 2 September 2026. Pertamax Turbo di wilayah dengan PBBKB 5 persen seperti DKI Jakarta dibanderol Rp19.600 per liter, naik dari sebelumnya Rp18.300. Kebijakan menahan harga ini ditempuh dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat.

Wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, menjadi acuan harga terendah. Di luar wilayah itu, angka yang berlaku bisa lebih tinggi tergantung besaran pajak daerah masing-masing.

Rincian Harga Nonsubsidi per Liter

Pertamax Turbo dijual Rp19.600 per liter, naik dari posisi sebelumnya Rp18.300. Kenaikan juga terjadi pada Pertamax Green 95 yang kini dipatok Rp19.150 per liter, dari sebelumnya Rp16.600.

Untuk jenis diesel, Dexlite meningkat menjadi Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700. Sementara Pertamina Dex melesat ke Rp25.200 per liter, dari sebelumnya Rp21.150.

Berbeda dengan produk lain, harga Pertamax tidak mengalami perubahan dan tetap dibanderol Rp15.950 per liter.

Harga BBM Subsidi Tidak Berubah

Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar tetap di angka Rp6.800 per liter. Kedua jenis ini tidak mengalami penyesuaian karena statusnya sebagai bahan bakar bersubsidi yang harganya ditetapkan pemerintah.

Selisih harga antardaerah muncul karena komponen PBBKB yang berbeda. Provinsi dengan tarif PBBKB lebih tinggi otomatis membuat harga jual di SPBU setempat ikut lebih mahal.

Mengapa Harga Ditahan

Pertamina menyatakan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat sebelum mengambil keputusan soal penyesuaian harga. Faktor itu mencakup pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, hingga daya beli konsumen di daerah.

Keputusan menahan harga nonsubsidi di tengah fluktuasi pasar memberi kepastian biaya bagi pengguna kendaraan pribadi maupun pelaku usaha yang bergantung pada transportasi. Namun, harga yang lebih tinggi untuk produk seperti Pertamax Turbo dan Pertamina Dex menunjukkan biaya bahan bakar beroktan tinggi tetap menyesuaikan struktur pasar.

Bagi konsumen, perbedaan harga antardaerah sebaiknya dicek sebelum mengisi bahan bakar, terutama saat melintas ke provinsi dengan tarif PBBKB berbeda. Harga Pertalite dan Bio Solar yang tidak bergerak menjadi penopang utama bagi pengguna kendaraan sehari-hari.

Follow jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks