Pencarian

Pemkab Purwakarta Petakan 200 Titik Rawan Kekeringan, Sawah 30 Hektare di Campaka Jadi Perhatian

Senin, 12 Oktober 2026 • 15:31:02 WIB
Pemkab Purwakarta Petakan 200 Titik Rawan Kekeringan, Sawah 30 Hektare di Campaka Jadi Perhatian
Tim BRMP Unggas bersama Dispangtan Purwakarta meninjau sumber daya air di kawasan rawan kekeringan.

PURWAKARTA — Tim Penanggung Jawab LTT Kabupaten Purwakarta dari BRMP Unggas bersama Dispangtan Purwakarta meninjau langsung kondisi sumber daya air di sejumlah lokasi rawan kekeringan. Rombongan dipimpin Kepala Balai BRMP Unggas, Andi Saenab, dan melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan, BBWS Citarum, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Purwakarta. Peninjauan menyusul koordinasi dengan Kepala Dispangtan Purwakarta, Hadyanto Purnama, yang membahas strategi penanganan potensi kekeringan sekaligus menentukan lokasi prioritas.

Situ Cigangsa hingga Sawah Munjuljaya Jadi Sasaran Pemeriksaan

Rombongan bergerak ke kawasan Situ Cigangsa untuk melihat kondisi infrastruktur sumber daya air. Dari situ, peninjauan berlanjut ke lahan sawah Poktan Cinta Mukti di Munjuljaya, Kecamatan Campaka. Lahan seluas sekitar 30 hektare itu menjadi perhatian karena kebutuhan airnya harus dipastikan tetap tercukupi selama musim tanam.

Hadyanto menegaskan penanganan kekeringan tidak bisa menunggu gejala muncul di lapangan. Menurutnya, pemetaan wilayah rawan harus dibarengi pengecekan kondisi irigasi dan koordinasi lintas instansi.

"Penanganan kekeringan perlu dilakukan sejak dini melalui pemetaan wilayah rawan, pengecekan kondisi irigasi, serta koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan di bidang sumber daya air. Dengan begitu, kebutuhan petani bisa diidentifikasi dan langkah penanganannya dapat lebih tepat sasaran," ujar Hadyanto, Jumat (9/10/2026).

Petani Campaka Butuh Pompa Air untuk Antisipasi Kekurangan Pasokan

Ketua Poktan Cinta Mukti, Atim, menyampaikan bahwa petani membutuhkan dukungan infrastruktur pengairan untuk mengantisipasi kekurangan air. Salah satu yang dinilai mendesak adalah bantuan mesin pompa air.

Dengan luas persawahan sekitar 30 hektare, keberadaan pompa menjadi alternatif ketika pasokan dari jaringan irigasi tidak mencukupi. Kebutuhan itu disebut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan bentuk penanganan yang sesuai kondisi lahan setempat.

Selain pompa, kondisi sumber air dan jaringan irigasi turut menjadi faktor penentu. Peninjauan langsung diperlukan untuk mengetahui kendala di lapangan sekaligus mengidentifikasi sarana yang berpotensi dioptimalkan.

Sinergi Lima Instansi untuk Jaga Produktivitas Sawah

Pemetaan sekitar 200 titik rawan kekeringan menjadi dasar mengidentifikasi wilayah yang memerlukan perhatian lebih awal. Kebutuhan air petani dipetakan bersamaan dengan pemeriksaan kondisi infrastruktur sumber daya air.

Dispangtan, BRMP Unggas, BBWS Citarum, Dinas PUTR, dan PPL disebut berkontribusi sesuai tugas dan kewenangannya. Cakupannya mulai dari pendampingan petani hingga peninjauan infrastruktur pengairan.

Ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan tanaman dan keberhasilan panen. Dengan mengetahui wilayah yang berpotensi kekeringan sejak dini, upaya penanganan diharapkan lebih terarah, mulai dari kebutuhan sarana pengairan hingga optimalisasi jaringan irigasi.

Follow jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarkarawang.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks