Ditolak Rujuk, Suami Gorok Istri yang Datang Bersama Laki-laki Lain

TASIKMALAYA – Menolak diajak rujuk, seorang istri di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat digorok menggunakan pisau dapur oleh suaminya. Korban yang sempat hendak diracuni menggunakan racun tikus harus alami operasi berat karena luka serius di leher, telinga, perut, tangan dan hingga kaki.

Nasib tragis harus dialami Santi Adiyanti (27). Dia harus terbaring lemas di ruang perawatan rumah sakit, usai dianiaya Ogi Anggriawan (25), suaminya.

Korban yang warga Cibongas, Cibuniasih, Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya ini sempat hendak diracuni racun tikus oleh suaminya. Naas korban yang melawan, justru digorok menggunakan pisau dapur hingga luka parah.

Selain luka dalam dibagian leher, korban juga alami luka sayatan ditelinga, perut, tangan dan kaki. Aksi sadis pelaku terjadi saat korban hendak mengambil anak semata wayangnya yang dibawa suami. Korban yang datang berdua dengan seorang laki-laki sempat diajak rujuk pelaku.

Namun korban menolak hingga pertengkaran hebat terjadi antara keduanya. Sementara mendapati pasangan ini terlibat adu mulut, laki-laki yang menemani korban langsung angkat kaki. Pelaku yang sudah gelap mata akhirnya membawa pisau dapur dan menyerang korban disaksikan anak kandungnya. Mendengar ada keributan para tetangga berdatangan. Pelaku cepat menyelinap melalui pintu belakang dan langsung kabur. Guna menyelamatkan nyawanya, warga membawa korban ke rumah sakit.

Anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya, kemarin siang, akhirnya berhasil menangkap pelaku. Polisi juga menyita barang bukti dari pelaku berupa sebilah pisau yang digunakan untuk menganiaya korban. Diduga motif dibakar api cemburu dan sakit hati menjadi alasan pelaku menganiaya istrinya. Pelaku terbakar api cemburu saat melihat sang istri yang akan membawa anaknya diantar oleh seorang laki-laki.

Menurut Wakapolres Tasikmalaya Kompol Bobby Indra, selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sebilah pisau yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban.

Setelah korban terluka dan bersimbah darah, pelaku sempat melarikan diri. “Kasus ini merupakan penganiayaan berat atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Pelaku menusuk bagian dada, tangan, kepala dan leher korban. Medis rumah sakit menyebutkan pisau hampir mengenai alteri leher korban,” kata Bobby.

Ditambahkan Bobby, rumah tangga keduanya tengah terguncang. Selama hampir satu pekan, pelaku dan korban pisah ranjang. Nah, emosi pelaku meluap ketika korban yang masih bersatstus istrinya datang dengan laki-laki tak dikenal.

“Memang selama ini korban minta cerai, tapi kan prosesnya belum ke pengadilan agama,” ucap Bobby.

Setelah diketahui persembunyian pelaku, akhirnya tanpa perlawanan polisi berhasil membekuknya.

Akibat perbuatannya pelaku terancam Pasal 5 huruf a junto Pasal 44 ayat 2 Undang Undang Nomor tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman kurungan penjara selama 10 tahun. Korban saat ini kondisinya masih kritis dan ditangani medis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web