Gunakan Metode Takeover dan Cloning. Pelaku Bajak Akun FB Walkot Tasikmalaya

TASIKMALAYA – Akun pribadi Facebook Walikota Tasikmalaya Budi Budiman ternyata sudah dua kali diganggu orang yang mencoba memanfaatkan popularitasnya. Pada September 2013, account personal Facebook Budi Budiman mengalami gangguan login karena di takeover peretas.

Erwin Handibrata selaku pemerhati yang juga Tim IT Walikota Tasikmalaya Budi Budiman mengungkapkan, metode yang digunakan untuk takeover account yaitu menggunakan recover password lewat secury queston dengan cara manipulasi informasi pribadi atau lebih dikenal dengan social engineering.

“Account tersebut setelah di takeover pada tanggal 1 bulan september 2013 lalu digunakan oleh pelaku untuk mengirim pesan acak lewat facebook messenger untuk meminta pulsa,” terangnya kepada jabarklik.com, Minggu (23/7/2017) siang.

Menurut Erwin, modus pelaku sama dengan apa yang terjadi pada akun Facebook Budi Budiman kemarin yakni meminta pulsa. Hanya saja metode yang digunakan adalah cloning account.

“Walau mudah untuk ditutup kembali, namun lumayan membuat kaget,” ucap Erwin.

Kesalahan yang sering terjadi pengguna facebook diantaranya adalah email yang tidak aktif, nomor handphone yang digunakan untuk recover fb sudah tidak aktif. Kemudian, pertanyaan yang terlalu mudah ditebak semisal tanggal lahir, tempat tanggal lahir, nama istri, nama anak, alamat rumah.

“Yang kemudian data tersebut diolah untuk mentakeover account“, disebut metode Social Engineering,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Tasikmalaya Budi Budiman melalui pesan whatsajp yang diterima Jabarklik.com mengatakan, saat menerima kabar bahwa akun facebooknya dikloning, dirinya sedang mengikuti kegiatan di Jakarta.

Melalui sambungan telepon, Budi melapor ke pihak Polres Tasikmalaya Kota dan berkoordinasi dengan Tim IT Pemkot Tasikmalaya untuk segera mengamankan akun pribadinya diganggu dan dimanfaatkan pihak yang iseng dan ingin merusak citranya.

“Jangan pernah percaya apabila ada yg mengatasnamakan Walikota meminta dalam bentuk apapun melalui jalur apapun. Karena itu bohong. Terimakasih semua rekan yang telah saling mengingatkan masalah tersebut,” tutur Budi. (DWI)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web