Orang Tua Terduga Teroris asal Tasikmalaya Syok

TASIKMALAYA – Pasca penangkapan terduga teroris KDR (26) asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror, tetangganya tidak mempercayai jika dia ikut terlibat bom panci Buah Batu. Orang tua terduga teroris kini syok dan trauma serta terus menanyakan kapan kepulangan anak ke tujuh dari sembilan bersaudara tersebut.

Ya, keluarga terduga teroris KDR warga Pasir Peuti, Desa Cibanteng, Parungnponteng, Kabupaten Tasikmalaya mengaku tidak percaya terlibat jaringan terorisme. Hingga kini keluarga belum mengetahui kondisi dan keberadaan KDR karena belum mendapatkan keterangan dari pihak kepolisian.

Orang tua KDR mengaku khawatir dengan kondisi anaknya, setelah ditangkap Densus 88 yang hingga kini belum mendapat kabar keberadaannya. Malah kedua orang tua KDR, Rodi dan Ilah, syok serta terus menanyakan kepulangan anaknya tersebut. Ilah pun belum bisa diajak berkomunikasi dan tiap hari menghabiskan waktunya di dalam rumah.

“Sehari-harinya KDR berprilaku baik dan tidak menunjukan perilaku yang buruk atau mengajak warga dan temannya untuk berjihad. Bahkan selama berada di kampung KDR razin berjaam shalat lima waktu,” kata tetangganya, Momon Darma (45) kepada Jabarklik.com, kemarin siang.

Sebelumnya tim Densus 88 mengamankan KDR di rumahnya. KDR diduga terlibat terkait aksi bom panci Buah Batu Bandung, beberapa waktu lalu. Selain menyita tas, tim Densus 88 juga mengamankan identitas serta dua buah buku bertemakan keagamaan. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web