Paska Tewasnya Jakmania. PSSI Hentikan Sementara Liga 1

JAKARTA- Paska tragedi tewasnya Jakmania, Haringga Sirla, beberapa saat sebelum laga Persib Bandung vs Persija Jakarta, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya mengambil kebijakan.

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menghentikan sementara gelaran kompetisi Liga 1 hingga batas waktu yang belum ditentukan.  Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat dengan anggota Exco, Selasa (25/09/2018).

Kini PSSI berniat secara serius untuk membenahi segala permasalahan, terutama terkait kerusuhan suporter dan cara pencegahannya agar tak terulang lagi. Ini langkah langkah yang akan diambil PSSI, Komisi Disiplin PSSI akan mendalami kasus kematian Haringga Sirla demi bisa melakukan investigasi lebih jauh. Langkah ini diambil untuk proses menentukan hukuman apa yang layak diberikan kepada pihak-pihak bersalah.

Soal hukuman, semua akan dikenakan Komdis sesuai aturan yang berlaku. Paling ringan, hukuman berupa sanksi finansial, dan yang terberat adalah diskualifikasi.

PSSI juga akan mematangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dipakai untuk menghadapi serta mengatasi aksi-aksi merugikan. Lalu PSSI akan terus menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan pihak AFC dan FIFA soal penghentian sementara kompetisi Liga 1.

PSSI tetap membangun koordinasi dengan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Kemenpora, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). PSSI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna menentukan kebijakan atas penanganan kasus serta pengamanan pertandingan. Terakhir PSSI akan mengundang dan melakukan konsolidasi dengan para klub dan suporter.

Sementara itu Polrestabes Bandung telah mengamankan 16 orang terkait kejadian pengeroyokan berujung maut terhadap Haringga Sirila. Hingga saat ini 8 orang telah ditetapkan tersangka, yaitu Goni Abdulrahman (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Satria Muhammad Renaldi (17), Dani Fahmi Alamsyah (16), Budiman (41), Cepi (20) dan Joko Susilo (32).

Menurut Kasatreskrim Polretabes Bandung AKPB M Yoris Marzuki, ke delapan orang tersangka itu dijerat dengan pasal 170 tentang penganiayaan secara berkala, dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara. (LIS)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web