Pembunuhan di Hotel Daya Grand Tasikmalaya Terungkap. Pelaku Kekasih Korban

TASIKMALAYA- Dalam waktu 3 pekan Tim Khusus dan Resmob Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Jawa Barat, akhirnya berhasil mengungkap pembunuhan janda beranak dua.

Tersangka yang mahasiswa salah satu sekolah tinggi ilmu kesehatan di Cilolohan, Kota Tasikmalaya ini ternyata telah menjalin asmara dengan korban selama dua tahun. Korban dibunuh gara-gara tersangka tidak diberi pinjaman uang, untuk bayar hutang kepada rentenir.

Ya, setelah melakukan penyelidikan, akhirnya Tim Khusus dan Resmob Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Jawa Barat, berhasil mengungkap pembunuhan janda beranak dua. Polisi butuh waktu tiga pekan guna menangkap tersangka yang ternyata masih kekasih korban.

Tersangka bernama Rifki (23) ini hanya pasrah ketika polisi menggelandangnya ke Makopolres Tasikmalaya Kota. Motif tersangka membunuh korban karena tidak diberi pinjaman uang sebesar Rp 4 juta untuk bayar hutang kepada rentenir.

Dalam pemeriksaaan terungkap tersangka dan korban sudah menjalin hubungan asmara selama 2 bulan.

Korban yang janda anak dua ini dihabisi dengan cara lehernya dicekik di kamar hotel.

Mengetahui korban tidak berdaya, tersangka akhirnya mengambil uang tunai yang disimpan dalam tas korban senilai Rp 70 juta. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti milik korban berupa ATM, gayung, ponsel, buku tabungan serta selimut dan bantal.

Berawal dari ditemukannya korban di kamar Hotel Daya Grand kawasan Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Rabu (6/3/2019) petang.

“Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota bersama Tim Khusus berhasil mengamankan pelaku pembunuhan di salah satu hotel di Cikurubuk dalam kurun waktu tidak tiga minggu,” kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan, dalam ekposnya Selasa (26/3/2019) siang di Makopolres Tasikmalaya Kota.

Menurut tersangka uang hasil rampasan digunakan bayar hutang, membeli hand phone, sisanya disimpan direkening pribadi.

Tersangka yang warga Cikalong Kabupaten Tasikmalaya ini sempat melarikan diri ke wilayah Jakarta, Kuningan Jawa Barat dan sempat mendatangi paranormal untuk menghilangkan jejak.

“Saya ke Jakarta, lalu ke balik lagi ke Tasik. Balik lagi ke Jakarta. Awalnya saya pinjem uang. Tapi tidak dikasih saya ngasih ke pacar. Sisanya  disimpan di rekening saya,” ucap Rifki.

Tersangka ditangkap polisi ketika turun dari bis Antar Kota di kawasan Parhon Indihiang. Tersangka dalam pelarian selalu dihantui korban.

“Bayangnya, jeritnya selalu menjelma,” ujar Rifki.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya kini tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Tasikmalaya Kota. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web