Pemkot Tasik Data Anak Usia Sekolah yang Tidak Sekolah

TASIKMALAYA – Pemerintah Kota Tasikmalaya segera melakukan pendataan anak usia sekolah yang tidak sekolah (ATS). Hal itu sesuai dengan program nasional yang tercantum dalam RPJMN 2015-2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan amanat Presiden RI.

Walikota Tasikmalaya Budi Budiman mengungkapkan, usia anak sekolah 6-21 tahun yang tidak sekolah di Kota Tasikmalaya terdata ada 784 orang.

Pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran terkait perintah pendataan ATS kepada kelurahan, kecamatan, dinas pendidikan dan dinas sosial.

“Kami mendukung program pemerintah untuk pencapaian pemerataan pendidikan termasuk program wajib belajar terealisasi. Kami akan terus mendata dengan orang-orang yang secara teknis diberikan pembinaan,” ujarnya sesaat setelah membuka Diklat Teknis Pendataan ATS Berbasis Sinergitas di Aula Kantor Kecamatan Indihiang, Rabu (5/7/2017).

Setelah terdata, lanjut Budi, Pemkot Tasikmalaya akan mengarahkan para ATS untuk melanjutkan pendidikannya. Misal, si anak yang tidak tuntas mengeyam pendidikan SD disediakan fasilitas di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) melalui kejar paket A, SMP paket B, SMA paket B dan apabila ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dapat mengikuti pendidikan non formal di Sanggar Kelompok Belajar (SKB).

“Ini penting karena kunci kesejahteraan adalah bagaimana kita menciptakan SDM yang berkualitas dengan pendidikan yang menjadi hak warga negara untuk memperoleh pendidikan,” tuturnya.

Selain itu, untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sangat ditentukan salah satunya oleh pendidikan, kesehatan dan daya saing.

“IPM pendidikan Kota Tasikmalaya cukup tinggi 86 lebih, kesehatan 76. Kita dorong semua apalagi pendidikan sampai angka tertinggi, karena saya yakin kalau pendidikan kita dorong yang lain pun akan terikuti,” tandasnya. (DWI)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web