Ribuan Awak Angkot dan Penarik Becak Berunjuk Rasa Tolak Ojek “Online” di Tasikmalaya

TASIKMALAYA – Ribuan awak angkutan kota (angkot) dan penarik becak di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, melakukan aksi mogok, Rabu (26/7/2017) siang. Mereka menolak ojek online di Kota Tasikmalaya, karena kehadirannya mengurangi pendapatan hingga 50 persen.

Ya, para awak ankot yang biasa beroperasi di Kota Tasikmalaya melakukan aksi mogok dan menggelar aksi unjuk rasa menolak beroperasinya ojek online.

Alasan mereka menolak ojek online, karena telah mengurangi pendapatannya hingga 50 persen. Seperti di perempatan Cisumur, para awak angkut 03 jurusan Kawalu – Terminal Pancasila memilih memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan.

Menurut salah seorang sopir angkot, Yadi Acong, keberadaan ojek online di Kota Tasikmalaya tanpa ada koordinasi dengan dinas terkait dan Organda. Selain ojek online telah mengurangi pendapatan para awak angkot hingga 50 persen, keberadaannya dinilai ilegal.

Para awak angkot pun sepakat menolak keberadaan ojek online tersebut dan akan meneruskan aspirasinya ke gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

“Kita akan memberikan aspirasi ke DPRD Ini kan Go-Jek sudah beroperasi. Kalau bisa kita akan desak DPRD untuk melarang Go-Jek beroperasi di Kota Tasik karena penghasilan kita berkurang hingga 50 persen setelah adanya Go-Jek,” kata Yadi.

Akibat aksi mogok ini para penumpang yang biasa menggunakan jasa angkot, telantar. Sementara itu ribuan awak angkot dan penarik becak mengepung gedung DPRD Kota Tasikmalaya untuk menyampaikan penolakan ojek online.

Arus lalu lintas dari arah Ciamis menuju Bandung dan sebaliknya pun terhambat. Aparat kepolisian terpaksa melakukan pengalihan jalur di kawasan Cihaur Beuti dan Singaparna. Hingga berita ini diturunkan perwakilan pengunjuk rasa masih melakukan audensi dengan anggota DPRD dan pengurus Organda setempat. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web