Sistem Zonasi Sekolah yang Bikin Resah

TASIKMALAYA- Marak pemalsuan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan zonasi sekolah di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, polisi ancam para pelaku dengan pidana. Ya, jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan penyelidikan terkait pembuat SKTM palsu.

Hingga akhir penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018, masih banyak warga yang resah dengan sistem pendaftaran yang memprioritaskan pemilik SKTM. Dampak dari kebijakan tersebut penyalahgunaan SKTM menjamur dan digunakan para orang tua maupun calon siswa untuk bisa masuk ke sekolah yang diinginkan.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf menegaskan akan menindak tegas pemalsuan SKTM yang digunakan sebagai syarat agar diterima sebagai siswa saat penerimaan peserta didik baru. Polisi mendapat informasi jika dalam proses penerimaan siswa baru terdapat indikasi adanya pemalsuan atau surat keterangan yang disalahgunakan. “Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan menunggu laporan untuk ditindaklanjuti,” kata Febry, Kamis (12/7/2018) siang.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 18 Kota Tasikmalaya, Ade Nuryadin menyebutkan selama ini belum menemukan adanya administrasi yang dipalsukan untuk persyaratan penerimaan anak didik baru. Pihak sekolah mengaku dengan adanya zonasi, jumlah pendaftar di sekolahnya berkurang dibanding tahun yang lalu. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web