SMA Gaza : Perangi Kebodohan Tanpa Bebani Biaya Pendidikan

TASIKMALAYA – Salah satu program kerja jangka panjang Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat Gabungan Anak Jalanan (LSM Gaza) Indonesia adalah ikut berperan aktif memajukan pendidikan nasional.

Dibawah Yayasan Jamiyatul Abror Al Gaza sejak tahun 2014 berdiri Sekolah Menengah Atas (SMA) Gaza yang berlokasi di Kampung Babakan RT 005 RW 002 Desa Pusparaja Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Yayasan Jamiyatul Abror Al Gaza, Iim Imanulloh mengungkapkan, nama Gaza diambil dari bahasa Arab yakni Goza artinya memerangi kebodohan dan kemiskinan. Sedangkan Al Gaza mengandung arti pejuang yang kuat.

“Kita ambil dari bahasa Arab, karena dalam Islam nama adalah doa,” ujar Iim disela-sela Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Gaza, Sabtu (15/7/2017) siang.

Pengelolaan sekolah, staf dan guru dijalankan oleh ahlinya secara profesional didukung sarjana dengan basic keguruan yang mumpuni. Konsep pendidikan yang diterapkan, kata Iim, sekolah pesantren lifeskill.

Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018, 3 kelas dengan formasi 20 peserta didik setiap rombongan belajar terpenuhi.

“Alhamdulillah peserta didik cukup membludak tapi kita sengaja formasi setiap kelas hanya 20 peserta didik, agar setiap siswa dan guru akan lebih fokus dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya,” tutur Iim.

Sistem PPDB online yang diterapkan di sekolah negeri tidak berpengaruh banyak bagi SMA Gaza, pasalnya yang menjadi peserta didik basisnya jaringan. Yakni setiap orang tua calon siswa sudah memprioritaskan masuk SMA Gaza sejak memasuki jenjang SMP.

“Melihat sosok pendiri, pengelola jadi mereka mempercayakan pendidikan anaknya disini. Mayoritas siswa berasal dari Kota Tasik, juga dari Bojonggambir, Sodong Hilir, Cipatujah, Karangnunggal, Mangunreja dan Cigalontang. Ada juga dari Jogjakarta, Malang, Cilacap dan Bekasi. Murid keturunan muallaf juga ada,” terang Iim.

Kelebihan yang cukup mencolok adalah terkait biaya pendidikan, SMA Gaza tidak membebani atau memungut sepersen pun baik biaya sekolah, asrama maupun makan dan minum. Karena semua sudah ditanggung melalui Badan Amil Zakat Gaza (Bazagaza).

“Orang tua siswa cukup memberi doa restu saja bagi anak-anaknya. Jadi kami berharap lulusan sekolah dapat menjadi pejuang atau mujahid yang kuat dan berhasil memerangi kebodohan dan kemiskinan,” harap Iim. (DWI)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web