Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman Ditetapkan Tersangka Dugaan Suap DAK

TASIKMALAYA- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  kembali melakukan penggeledahan di tiga kantor milik Pemerintah Kota Tasikmalaya usai menggeledah ruang kerja Wali Kota Budi Budiman.

Tiga kantor tersebut yakni Kantor Dinas PUPR, Rumah Sakit Dokter Sukardjo dan Kantor Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.

Ya, pasca penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di ruang kerja Walikota Tasikmalaya kemarin, penyidik KPK kembali melakukan penggeledahan di tiga kantor milik Pemkot.

Sebelumnya KPK menyegel tiga kantor tersebut. Di dalam kantor itu penyidik KPK memeriksa satu persatu ruangan. Seperti di kantor PUPR penyidik KPK mengggeledah ruangan Kepala Dinas PUPR Adang Mulyana, Ruangan Sekdis PUPR, Kabid Keuangan, Kabid PSDA dan Kabid Jalan.

Penggeledahan di RS Dokter Sukardjo dilakukan hampir berbarengan. Ya, beberapa penyidik KPK bergeser dari PUPR menuju RS Dokter Sukardjo. Di sini ruang Direktur RS Dokter Sukardjo Wasisto dan ruang SDM, digeledah.

Menurut Sekretariat Daerah Pemkot Tasikmalaya Ivan Dicksan, penggeledahan tersebut dilakukan setelah penyidik KPK menyegelnya terlebih dahulu. Ivan Diksan tidak mengetahui pasti kasus mana yang dibidik penyidik KPK.

Sementara itu Jubir KPK Febri Diansyah, Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2018. Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman memberikan suap sebesar Rp 400 juta, kepada mantan Seksi Pengembangan Pendanaan kawasan Perumahan dan Pemukiman Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo. Dalam kasus tersebut Yaya Purnomo divonis 6 tahun lebih kurungan penjara.

Selain itu penyidik KPK menyita dokumen pembahasan anggran Kota Tasikmalaya yang diputuskan mendapat alokasi khusus sebesar Rp 124,38 miliar.

“Kita menetapkan satu orang tersangka yaitu Wali Kota Tasikmalaya berinisial BB. Tersangka BB diduga telah memberikan suap sebesar Rp 400 juta terkait dengan pengurusan DAK Kota Tasikmalaya tahun 2018 kepada Yaya Purnomo,” kata Febry di kantornya. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web