Wanita Ini Dibekuk Polisi karena Selundupkan Sabu ke LP

CIAMIS- Peredaran narkoba antar Lembaga Pemasyarakatan digagalkan anggota Satnarkoba Polres Ciamis. Selain pemesanan melalui jejaring sosial facebook, paket sabu sabu diselundupkan dalam makanan ringan dengan modus besuk tahanan.

Ya, Intan dan Ridwanulloh hanya bisa tertunduk malu saat digiring anggota Satnarkoba Polres Ciamis, Jumat (27/7/2018) siang. Keduanya terlibat dalam sindikat pengedar narkoba jenis sabu sabu antar Lembaga Pemasyarakatan.

Intan asal Purwaharja, Banjar bertugas sebagai kurir yang menyelundupkan sabu sabu dari Lapas Nusakambangan menuju Lapas kelas II B Ciamis. Sementara, Ridwan merupakan Napi kasus narkoba yang jadi pemakai sekaligus diduga pengedar sabu sabu dalam Lembaga Pemasyarakatan Ciamis.

Menurut Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso, Modus sindikat peredaran narkoba antar Lapas ini terbilang biasa. Selain pemesanan menggunakan jejaring sosial facebook, paket sabu sabu diselundupkan dalam makanan ringan jenis coklat Astor. Untuk menghindari petugas, sabu sabu dibungkus lakban warna coklat kemudian dimasukan dalam lobang Astor makanan ringan.

Pelaku Intan yang memiliki kakak dalam Lapas pura pura besuk dengan membawa barang haram sabu sabu. Aksinya terendus polisi yang langsung menggeledah perempuan berkerudung ini.

“Dua orang yang diamankan dan salah satunya wanita. Dia mau besuk keluarganya di Lapas Ciamis. Kemudian saat digeledah anggota Satnarkoba diamankan sebelas paket sabu sabu yang dimasukan dalam makanan Astor dan kue semprong,” kata Bimo.

Ditambahkan Bimo, tersangka yang tidak ada hubungan keluarga dengan M dan Y, dimintai tolong oleh keduanya. “Mesan dari Lapas Nusakambangan sampai ke Ciamis. Komunikasi lewat facebook memesan lewat facebook dari pemakai di lapas Nusakambangan,” ujar Bimo.

Dario tangan tersangka polisi menyita sebelas paket sabu sabu siap edar seberat tujuh gram, makanan ringan jenis semprong dan coklat Astor serta telefon genggam pelaku.

Polisi juga sudah mengantongi pemilik sabu sabu yang menghuni salah satu sel di Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah.

Pengungkapan sindikat sabu sabu antar Lapas ini kembali membuktikan, jika Lapas ternyata masih jadi surga untuk pelaku kejahatan dan narkoba. Longarnya pengawasan hingga ketersediaan alat elektronik dalam Lapas membuat penghuninya leluasa melakukan transaksi barang haram. (SZM)***

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web