Anggota DPRD Jabar Dorong Regenerasi Seni Calung di Sumedang

Penulis: Reza Pratama  •  Senin, 04 Mei 2026 | 17:05:01 WIB

SUMEDANG — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bayu Satya Prawira SH, mengintegrasikan agenda pelestarian kearifan lokal ke dalam kegiatan serap aspirasi masyarakat. Saat mengunjungi Desa Kebonjati, Kecamatan Sumedang Utara, Bayu menyoroti urgensi pewarisan seni tradisional kepada generasi muda agar tidak punah ditelan zaman.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari program Sapa Warga Berbasis Seni Budaya. Skema tersebut menjadi instrumen interaksi humanis antara wakil rakyat dengan konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 11 yang meliputi wilayah Subang, Sumedang, dan Majalengka.

Urgensi Regenerasi Pemain Calung yang Mulai Sepuh

Kekhawatiran Bayu muncul setelah melihat langsung kondisi kelompok kesenian Calung di Desa Kebonjati. Mayoritas pemain musik bambu tersebut kini telah memasuki usia lanjut. Kondisi ini dinilai berisiko memutus rantai transmisi ilmu dan keterampilan seni tradisional jika tidak segera diantisipasi.

"Kita lihat para pemain Calung di Desa Kebonjati sudah mulai sepuh-sepuh, jadi ini harus ada regenerasi ke depannya," ujar Bayu Satya Prawira saat memberikan keterangan di Sumedang, Minggu (3/5).

Pihaknya mengajak elemen pemuda, khususnya Karang Taruna, untuk kembali melirik potensi budaya lokal. Menurutnya, keterlibatan anak muda adalah kunci utama agar identitas daerah tetap terjaga di tengah gempuran budaya modern.

Program Sapa Warga sebagai Instrumen Pelestarian

DPRD Provinsi Jawa Barat memfasilitasi setiap anggota dewan dengan berbagai program lapangan. Selain reses untuk menyerap aspirasi infrastruktur dan pengawasan kebijakan, terdapat program khusus Sapa Warga Berbasis Budaya yang dirancang untuk menyentuh sisi sosiokultural masyarakat.

"Kita harus terjun langsung melestarikan seni dan budaya yang ada di masyarakat. Ini merupakan sarana kita untuk bersilaturahmi langsung dengan warga, terutama di Dapil 11," kata Bayu menjelaskan fungsi program tersebut.

Bayu menegaskan bahwa pelestarian ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Fokusnya tidak terbatas pada seni pertunjukan seperti tarian, tetapi juga mencakup adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di desa-desa.

Menjaga Marwah Sumedang sebagai Puser Budaya

Kabupaten Sumedang menyandang predikat sebagai Puser Budaya (Pusat Budaya) di Jawa Barat. Status ini membawa konsekuensi moral bagi warga dan pemerintah setempat untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan leluhur.

"Sumedang ini merupakan kota budaya dengan sebutan Puser Budaya. Jadi siapa lagi yang harus meneruskan kalau bukan anak-anak generasi muda," ucap Bayu menekankan tanggung jawab kolektif masyarakat setempat.

Dia mengimbau pemuda di tingkat desa untuk mulai bangkit dan menjadikan budaya sebagai wadah kebanggaan daerah. Penguatan identitas ini diharapkan mampu memperkokoh karakter masyarakat Sumedang dalam menghadapi perubahan sosial di masa depan.

Reporter: Reza Pratama
Back to top