Pemprov Jabar Sediakan 3.500 Paket Pangan Murah di Lemahabang Cirebon

Penulis: Darmawan Putra  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 15:30:01 WIB
Warga Kecamatan Lemahabang memadati Gerakan Pangan Murah untuk memperoleh paket pangan bersubsidi.

CIREBON — Ribuan warga di Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, memadati area Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak pagi hari untuk mendapatkan komoditas pokok dengan harga di bawah pasar. Kegiatan ini merupakan titik kedua dari total 10 lokasi yang dijadwalkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat di wilayah tersebut.

Anggota DPRD Jawa Barat Ratnawati mengungkapkan bahwa antusiasme tinggi masyarakat menunjukkan program ini menjadi solusi nyata saat kondisi ekonomi menekan daya beli. Setiap komoditas yang dijual dalam kegiatan ini telah mendapatkan subsidi langsung dari Pemprov Jabar.

“Kegiatan yang digelar hari ini di Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang disambut antusias ribuan warga sejak pagi,” kata Ratnawati dalam keterangannya di Cirebon, Kamis.

Subsidi Harga dan Tambahan Kupon Diskon untuk Warga

Dalam skema GPM ini, pemerintah memberikan potongan harga sebesar Rp2.000 per kilogram untuk berbagai jenis bahan pokok. Langkah ini diambil untuk meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga yang paling terdampak fluktuasi harga pasar.

Selain subsidi dari provinsi, warga juga mendapatkan tambahan bantuan berupa 1.000 kupon diskon senilai Rp5.000 dari anggota DPR RI Herman Khaeron. Tambahan insentif ini membuat harga pangan yang ditawarkan menjadi jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar tradisional maupun ritel modern.

Ratnawati menjelaskan bahwa GPM merupakan program rutin yang dikelola melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar. Fokus utamanya adalah memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga meski beberapa harga pangan global sedang tidak stabil.

Ketersediaan 12 Komoditas dan Stok Beras Panen Raya

Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DKPP Jabar, Ema Armia Nadia, menyebutkan terdapat 12 jenis komoditas yang disediakan dalam operasi pasar ini. Daftar tersebut mencakup kebutuhan primer seperti beras, telur ayam, gula pasir, minyak goreng, sayuran, hingga daging sapi dan ayam.

Ema mengakui bahwa saat ini komoditas seperti minyak goreng dan gula pasir memang sedang mengalami tren kenaikan harga di pasar global yang berdampak ke daerah. Namun, ia memastikan untuk stok pangan utama lainnya masih berada dalam level yang aman.

“Namun, kami memastikan ketersediaan beras di Jabar masih aman karena saat ini memasuki masa panen raya, sehingga pasokan dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Program yang sudah berjalan sejak 2023 ini diharapkan terus berlanjut secara berkala. Pemprov Jabar menargetkan distribusi pangan murah ini dapat menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan pangan atau kenaikan harga yang signifikan guna menekan laju inflasi daerah.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top