Polisi Sita Rp1,9 Miliar dari Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk

Penulis: Agus Hermawan  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 12:15:07 WIB
Polisi mengamankan 321 WNA dan menyita Rp1,9 miliar dari markas judi online di Hayam Wuruk.

Sebanyak 321 warga negara asing diamankan bersama aset senilai miliaran rupiah menyusul penggerebekan markas judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Operasi gabungan ini mengungkap peredaran uang lintas negara yang memanfaatkan infrastruktur digital terorganisir di pusat perkantoran ibu kota.

Pihak kepolisian berhasil menghentikan operasional sindikat judi online dan penipuan daring (online scam) berskala internasional yang bermarkas di sebuah gedung perkantoran di Jakarta Barat. Dalam operasi yang berlangsung pada Sabtu (9/5/2026), aparat menemukan indikasi kuat adanya aktivitas ekonomi ilegal yang dijalankan secara profesional dan terstruktur.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengonfirmasi bahwa para pelaku tertangkap tangan saat sedang mengoperasikan situs perjudian. Penindakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menekan peredaran uang ilegal yang merugikan masyarakat luas dan mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Aliran Dana dan Sitaan Aset Miliaran Rupiah

Dari lokasi penggerebekan, penyidik mengamankan uang tunai dalam berbagai mata uang yang menjadi bukti kuat besarnya perputaran uang di jaringan ini. Total uang rupiah yang disita mencapai Rp1,9 miliar. Selain itu, polisi menemukan mata uang asing berupa 53,82 juta Dong Vietnam dan US$10.210.

Jika dikonversi dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS, nilai temuan dolar tersebut setara dengan Rp173,5 juta. "Uang rupiah ini diperkirakan sekitar 1,9 sekian miliar yang ada," ujar Wira Satya Triputra saat memberikan keterangan di lokasi kejadian. Penyitaan ini mencakup pula brankas dan sejumlah dokumen perjalanan seperti paspor milik para operator.

Ratusan Operator Asing Kendalikan 75 Domain Situs

Skala operasional sindikat ini tergolong masif dengan melibatkan 321 warga negara asing (WNA) yang berperan sebagai operator. Berdasarkan data kepolisian, mayoritas pelaku berasal dari Vietnam sebanyak 228 orang, disusul China 57 orang, serta puluhan lainnya dari Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Kamboja.

Aktivitas mereka tidak hanya terbatas pada perjudian, tetapi juga mencakup praktik penipuan daring yang menyasar korban lintas negara. Infrastruktur yang digunakan mencakup:

  • 75 domain dan website aktif yang terindikasi sebagai sarana perjudian.
  • Dua lantai gedung perkantoran yang disewa khusus sebagai pusat kendali.
  • Ratusan perangkat elektronik berupa laptop, komputer PC, dan handphone.
  • Sistem operasional digital yang terorganisir untuk menjangkau pasar internasional.

Pengamanan Ketat dan Kelanjutan Proses Hukum

Mengingat skala penangkapan yang besar, personel Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dikerahkan untuk menjaga lokasi sejak Jumat malam. Langkah ini diambil untuk menjamin sterilisasi area dan keamanan penyidik dalam mengumpulkan barang bukti digital yang sensitif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa kehadiran Brimob bertujuan mendukung kelancaran proses penyidikan di lapangan. Saat ini, tim penyidik masih mendalami aliran dana dari 75 domain tersebut guna melacak keterkaitan dengan operator besar di luar negeri serta kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang.

Berapa banyak pelaku yang ditangkap dalam penggerebekan di Hayam Wuruk?

Total terdapat 321 warga negara asing (WNA) yang diamankan. Mereka berasal dari tujuh negara berbeda, dengan mayoritas merupakan warga negara Vietnam sebanyak 228 orang dan China sebanyak 57 orang.

Apa saja barang bukti yang disita oleh pihak kepolisian?

Polisi menyita uang tunai senilai Rp1,9 miliar, US$10.210, dan 53,82 juta Dong Vietnam. Selain uang, ditemukan 75 domain website judi online, ratusan laptop, komputer PC, handphone, paspor, serta brankas.

Di mana lokasi pasti markas judi online internasional tersebut beroperasi?

Sindikat ini menyewa dua lantai di sebuah gedung perkantoran yang terletak di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Lokasi ini digunakan sebagai pusat operasional judi online dan penipuan daring lintas negara.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top