Pemkab Cirebon Dorong Regenerasi Dalang Muda Lewat Gelaran Saptawara ke-33 di Gegesik

Penulis: Agus Hermawan  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 13:37:01 WIB
Pagelaran Saptawara ke-33 di Alun-alun Gegesik menjadi ajang pelestarian seni pedalangan.

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon mengapresiasi konsistensi masyarakat Kecamatan Gegesik yang rutin menggelar pagelaran budaya Saptawara sebagai ajang pelestarian seni tradisional. Kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Kecamatan Gegesik ini diikuti oleh para seniman pedalangan dari wilayah Cirebon dan sekitarnya mulai Jumat (8/5/2026) malam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, menyebutkan bahwa Saptawara tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-33. Menurutnya, tidak banyak wilayah di Kabupaten Cirebon yang mampu mempertahankan tradisi secara konsisten selama puluhan tahun tanpa terputus.

“Gegesik menjadi salah satu kecamatan yang terus menjaga tradisi seni pedalangan dan melahirkan regenerasi dalang,” ujar Fajar saat memberikan sambutan pembukaan di hadapan para seniman dan tokoh masyarakat setempat.

Mengapa Gegesik Menjadi Lumbung Seni Pedalangan Cirebon?

Kecamatan Gegesik selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung seni dan budaya di Kabupaten Cirebon, khususnya pada bidang pewayangan. Fajar menilai minat generasi muda terhadap seni tradisional di wilayah ini perlu terus dipupuk agar budaya lokal tetap mampu bersaing dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Ia menegaskan bahwa regenerasi adalah kunci keberlanjutan seni tradisional. Para dalang senior yang ada saat ini memerlukan penerus dari kalangan generasi muda agar tongkat estafet kebudayaan tidak terhenti begitu saja.

“Generasi pedalangan harus terus dikembangkan dan diregenerasikan. Pemerintah daerah mengapresiasi Gegesik yang tetap konsisten melahirkan dalang-dalang muda,” katanya dalam keterangan resmi yang dirilis Humas Pemkab Cirebon.

Dukungan Pemerintah untuk Keberlanjutan Budaya Lokal

Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan akan terus mendukung pelaksanaan pagelaran budaya seperti Saptawara agar dapat dilaksanakan setiap tahun secara berkesinambungan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menjaga daya tarik budaya lokal di mata masyarakat luas.

Ketua Panitia sekaligus dalang, Sudarso, menyampaikan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat krusial bagi keberlangsungan acara ini. Ia memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga para kuwu yang terlibat aktif membantu terselenggaranya kegiatan.

“Kami berharap kegiatan ini terus mendapat dukungan dan bimbingan, agar bisa terselenggara setiap tahun sebagai bagian dari pelestarian budaya,” pungkas Sudarso. Pagelaran ini dijadwalkan akan terus memeriahkan Alun-alun Gegesik hingga sepekan ke depan dengan menampilkan berbagai bakat dari dalang-dalang muda potensial.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: satujabar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top