Seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) ditemukan dalam kondisi selamat setelah tersesat dan jatuh ke jurang di kawasan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung. Arief Wibisono (25) bertahan selama dua malam sebelum akhirnya ditemukan seorang petani kopi pada Senin (11/5/2026) pagi.
BANDUNG — Seorang petani kopi di kawasan Jadipa Banjaran, Desa Mekarjaya, menjadi orang pertama yang menemukan Arief Wibisono setelah dua hari pencarian. Mahasiswa ITB berusia 25 tahun itu terlihat dalam kondisi lelah dan mengalami luka lecet saat ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB.
Petani tersebut langsung melapor ke petugas pencarian yang sejak Sabtu (9/5) malam berupaya melacak keberadaan Arief. Tim gabungan kemudian mengevakuasi korban ke lokasi aman untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi mengungkapkan, peristiwa nahas itu bermula saat Arief turun dari Puncak Mega pada Sabtu sore. Korban berjalan terlalu cepat dan mengambil jalur yang keliru.
“Seharusnya menuju Pasir Kuda, namun malah mengarah ke kawasan PGPI Gunung Puntang,” ujarnya, Senin.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Arief terpeleset dan jatuh ke jurang. Akibat insiden itu, ia mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh dan tidak bisa langsung kembali ke jalur semula.
Korban memutuskan bermalam di lokasi tempat ia jatuh pada Sabtu malam. Keesokan harinya, Minggu (10/5) pukul 06.00 WIB, Arief mulai bergerak mencari jalan keluar dengan menyusuri aliran sungai di dekat lokasi.
“Dari pagi sampai sekitar jam 18.00 WIB korban menyusuri sungai, lalu kembali beristirahat di pinggir sungai karena belum bertemu siapa pun,” jelas Kompol Asep Dedi.
Hari ketiga menjadi titik balik. Senin pagi pukul 06.00 WIB, Arief kembali melanjutkan perjalanan menyusuri sungai hingga akhirnya berpapasan dengan petani kopi yang sedang bekerja di kebun.
Setelah dievakuasi, Arief Wibisono dilaporkan mengalami luka ringan dan kelelahan. Tim medis telah memberikan penanganan awal di lokasi sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk observasi lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu mematuhi jalur resmi dan tidak turun gunung sendirian tanpa perlengkapan navigasi yang memadai. Kawasan Gunung Puntang dan Puncak Mega di Kabupaten Bandung memang populer di kalangan mahasiswa, namun medannya cukup terjal dan rawan tersesat jika tidak hati-hati.