MAJALENGKA — Bupati Majalengka Eman Suherman angkat bicara soal kondisi fiskal daerah yang tengah tertekan. Ia menyebut, total APBD tahun 2026 turun drastis dibandingkan masa puncak pandemi COVID-19 pada 2020 yang mencapai Rp 3,5 triliun.
“Dulu saat COVID-19 tahun 2020 anggaran kita sudah mencapai Rp 3,5 triliun. Sekarang menyusut, terlebih dengan adanya Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, baik APBN maupun APBD,” kata Eman kepada detikJabar, Senin (11/5/2026).
Salah satu faktor utama penurunan ini adalah tidak adanya bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun anggaran 2026. Padahal, aliran dana tersebut sebelumnya menjadi salah satu penopang belanja daerah.
“Bankeu dari provinsi juga tidak ada, maka APBD kita tahun 2026 hanya Rp 2,9 triliun, jadi menyusut kurang lebih Rp 600 miliar,” ujarnya.
Meski anggaran menciut, Eman menegaskan pemerintah daerah tidak boleh patah semangat. Ia justru mendorong jajarannya untuk bekerja lebih efektif dan tepat sasaran dalam membelanjakan uang rakyat.
“Tapi kita tidak boleh patah semangat. Tetap harus gas pol dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.
Namun, ia meminta masyarakat memahami bahwa mewujudkan seluruh program pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan. Menurut Eman, semua membutuhkan proses, tahapan, dan penyesuaian dengan kemampuan anggaran daerah.
Pemerintah daerah saat ini memilih untuk memaksimalkan anggaran yang tersisa pada sektor-sektor yang berdampak langsung pada warga. Eman menyebutkan, pelayanan dasar seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan tetap menjadi fokus utama.
“Pemerintah tentu ingin semua kebutuhan masyarakat cepat terpenuhi. Tapi kondisi anggaran daerah juga harus realistis dilihat bersama,” jelasnya.
Di tengah tekanan fiskal, Pemkab Majalengka tidak hanya pasrah. Eman mengungkapkan, pihaknya terus membuka peluang investasi dan menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) agar kapasitas keuangan ke depan lebih kokoh.
Eman memastikan seluruh aspirasi warga tetap ditampung, meski belum semuanya bisa direalisasikan dalam waktu cepat.
“Kami memahami harapan masyarakat sangat besar. Karena itu kami tidak tinggal diam. Sedikit demi sedikit, program-program yang menjadi kebutuhan masyarakat akan terus kami dorong,” pungkasnya.