30 Guru SMA di Jakarta Ikuti Pelatihan Pendidikan Demokrasi dari PIER Paramadina dan KAS Jerman, Ini Materinya

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 13:25:00 WIB
guru SMA di Jakarta mengikuti pelatihan pendidikan demokrasi dari PIER Paramadina dan KAS Jerman.

JAKARTA — Paramadina Institute for Education Reform (PIER) Universitas Paramadina bersama Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) kembali menggelar program peningkatan kapasitas guru. Pelatihan bertajuk “Pelatihan Guru untuk Pendidikan Demokrasi” ini diikuti oleh 30 pendidik dari sejumlah SMA Negeri di DKI Jakarta, termasuk SMAN 8 Jakarta, SMAN 68 Jakarta, dan SMAN 112 Jakarta.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 4–6 Mei 2026. Para peserta diwajibkan menginap di lokasi pelatihan untuk memastikan efektivitas pembelajaran dan memperkuat jaringan antarguru.

Guru Humaniora Garda Terdepan Bentuk Karakter Siswa

Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Kepala Seksi Pendidik Bidang PTK Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Juwarto. Dalam sambutannya, ia menekankan peran krusial guru humaniora di era digital.

“Melalui gadget semua ilmu telah berada di tangan siswa, tetapi bagaimana mereka tetap menjadi manusia yang utuh sepenuhnya ada di tangan para guru. Guru ilmu humaniora memiliki tanggung jawab agar siswa memahami tujuan hidup dan makna hidup,” ujar Juwarto.

Acara dibuka oleh Direktur PIER, Djayadi Hanan, serta perwakilan KAS untuk Indonesia dan Timor Leste, Cynthia Tri Putri. Kehadiran mereka menandai komitmen kedua lembaga dalam memperkuat demokrasi di lingkungan pendidikan.

Materi: Dari Demokrasi Pancasila hingga Isu Global

Selama pelatihan, para guru mendapatkan materi penguatan tentang Demokrasi Pancasila. Paradigma demokrasi yang mencakup kebebasan, persamaan, dan penghargaan terhadap perbedaan menjadi fondasi utama diskusi.

Peserta juga mendalami prinsip-prinsip seperti kedaulatan rakyat, musyawarah, aturan main, dan mekanisme kontrol dalam kehidupan berbangsa. Tidak hanya teori, mereka diajak membahas kajian kasus demokrasi di lingkungan masyarakat dan sekolah masing-masing.

Pelatihan ini turut menyoroti isu-isu global dalam demokrasi. Para guru mendapatkan perspektif lebih luas mengenai tantangan demokrasi di tingkat nasional dan internasional.

Metode Partisipatif dan Strategi Integrasi Nilai Demokrasi

Dalam aspek pedagogi, peserta dibekali metode pembelajaran partisipatif yang menekankan pendekatan andragogi dan pedagogi. Pengelolaan dinamika kelompok serta pembelajaran berbasis pengalaman berstruktur menjadi fokus utama.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih dialogis, kritis, dan partisipatif di ruang kelas. Pada hari terakhir, para guru diarahkan menyusun strategi integrasi nilai-nilai demokrasi ke dalam mata pelajaran yang mereka ampu.

Mereka juga mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan internet sebagai sumber dan media pembelajaran. Setelah itu, setiap peserta menyusun Rencana Aksi yang akan diterapkan di sekolah masing-masing sebagai tindak lanjut hasil pelatihan.

Sejumlah pakar dan praktisi pendidikan menjadi pembicara, antara lain Djayadi Hanan, Ph.D, Dr. Mohammad Abduhzen, M.Hum, Umar Abdullah, Ph.D, M. Hilal Tri Anwari, Achmad Firas Khudi, SE., ME., MA, serta Danang Binuko, SE, M.AP dari Kementerian Dalam Negeri.

Program ini menjadi bagian dari komitmen PIER Universitas Paramadina dan KAS dalam memperkuat demokrasi pendidikan di Indonesia. Fokus utamanya adalah peningkatan kapasitas guru sebagai agen pembentuk karakter, nilai kebangsaan, dan budaya demokratis di lingkungan sekolah.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: radarcirebon.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top