SUKABUMI — BMKG merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Sukabumi dan sekitarnya pada Kamis (14/5/2026). Secara umum, cuaca di Jawa Barat akan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan, namun potensi hujan dengan intensitas bervariasi tetap perlu diantisipasi.
Berdasarkan rilis BMKG, pagi hari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, wilayah Sukabumi diperkirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang. Memasuki siang dan sore hari, intensitas hujan diprakirakan meningkat.
Pada rentang pukul 13.00 hingga 19.00 WIB, hujan sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.
Memasuki malam hari, pukul 19.00 hingga 01.00 WIB, potensi hujan lebat masih mengintai sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi. Sementara itu, dini hari cuaca cenderung cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian daerah.
Suhu udara di Sukabumi pada hari itu diprakirakan berkisar antara 19 hingga 33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni 50 hingga 97 persen. Angin bertiup dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 5 hingga 40 kilometer per jam.
BMKG mengeluarkan peringatan dini khusus. Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada rentang waktu antara menjelang siang hingga malam hari di sebagian wilayah Jawa Barat.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga malam hari disarankan untuk selalu membawa payung atau jas hujan. Bagi yang tinggal di daerah rawan banjir atau longsor, kewaspadaan ekstra perlu ditingkatkan, terutama saat hujan lebat turun dalam durasi lama.
Informasi prakiraan cuaca ini dapat diakses lebih lanjut melalui kanal resmi BMKG untuk perkembangan terkini. (*)