JAWA BARAT — Penurunan harga buyback ini lebih curam dibandingkan harga jual emas Antam yang hanya turun Rp5.000 menjadi Rp2.764.000 per gram. Selisih yang melebar antara harga jual dan harga beli kembali ini menjadi catatan tersendiri bagi investor yang kerap menggunakan emas sebagai instrumen investasi jangka pendek.
Dengan harga jual di Rp2.764.000 per gram dan buyback di Rp2.569.000 per gram, selisih atau spread kini mencapai Rp195.000 per gram. Angka ini sedikit lebih lebar dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di kisaran Rp193.000 per gram.
Bagi pemegang emas batangan, spread ini adalah biaya yang harus ditanggung jika ingin mencairkan investasinya. Semakin lebar spread, semakin besar potensi kerugian yang harus dihadapi jika menjual di saat harga sedang tidak bergerak naik signifikan.
Harga tersebut berlaku untuk pengambilan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta. Berikut rincian harga emas Antam untuk berbagai pecahan yang tercatat di laman resmi Logam Mulia:
Perlu dicatat, untuk beberapa pecahan tertentu, stok di laman resmi masih menunjukkan status belum tersedia.
Pembelian emas batangan Antam saat ini tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2022. Artinya, harga yang tertera di atas adalah harga final yang dibayar pembeli tanpa tambahan PPN.
Namun, investor tetap harus memperhitungkan potongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Berdasarkan PMK Nomor 48 Tahun 2023, tarif PPh 22 untuk emas batangan adalah 0,25 persen. PT Antam Tbk akan menerbitkan bukti potong PPh 22 sebagai penjual, yang bisa digunakan sebagai kredit pajak oleh pembeli yang memiliki NPWP.
Bagi investor, potongan PPh 22 ini bukanlah biaya yang hilang, melainkan kredit pajak yang dapat diperhitungkan dalam SPT Tahunan. Namun, bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP, tarif potongannya bisa lebih tinggi, yaitu 0,5 persen.
Penurunan harga buyback yang lebih dalam dari harga jual menjadi sinyal bahwa momentum koreksi harga emas global masih berlanjut. Investor yang membeli emas di level tertinggi beberapa waktu lalu mungkin harus bersabar menunggu harga kembali naik untuk bisa menjual tanpa rugi.
Sebaliknya, bagi mereka yang ingin menambah posisi, koreksi harga justru bisa menjadi peluang untuk akumulasi dengan harga yang lebih murah. Keputusan tetap bergantung pada profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.