GARUT — Insiden nahas itu terjadi di mata air Cihaniwung, yang berlokasi di Kampung Cibolang, Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan. Para korban diketahui merupakan peserta kegiatan penjelajahan yang digelar oleh sekolah mereka.
Kapolsek Cisurupan, AKP Julius, membenarkan peristiwa tersebut. “Informasi awalnya ada yang tenggelam di mata air, siswi dari MTS. Korban selamat 7 siswi, dan yang meninggal 1 orang,” jelasnya saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Kronologi: Giliran Siswi Berenang, Malapetaka Datang
Berdasarkan keterangan salah satu korban selamat, Azkia, sebelum insiden terjadi, rombongan siswa laki-laki lebih dulu berenang di lokasi yang sama. Namun, ketika giliran para siswi yang turun, mereka tidak menyadari bahwa mata air tersebut memiliki kedalaman yang ekstrem.
“Sebelumnya para murid laki-laki, terus pas siswi perempuan tidak tahu mata air dalam. Saya selamat karena ada yang narik, tidak tahu siapa yang narik,” kata Azkia saat dirawat di klinik, Kamis (16/7/2026).
Mayoritas dari para siswi tersebut diketahui tidak bisa berenang. Kondisi inilah yang diduga kuat menjadi penyebab kepanikan dan akhirnya berujung pada peristiwa tenggelam secara massal.
Olah TKP dan Penyelidikan Polisi
Tim Inafis Polres Garut telah tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga telah memasang garis polisi di sekitar area mata air Cihaniwung guna mengamankan lokasi dan mencegah kejadian serupa terulang.
Polisi segera memeriksa sejumlah saksi, termasuk guru dan panitia kegiatan penjelajahan. Fokus utama penyelidikan saat ini adalah memastikan apakah kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian MPLS yang tengah berlangsung di sekolah.
Tujuh orang siswi yang berhasil selamat kini telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di klinik terdekat di Kecamatan Cidatar. Petugas masih terus mendata identitas para korban dan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta orang tua siswa.