BANDUNG — Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan pemetaan minat akan berlangsung pada 29 Mei hingga 8 Juni 2026. Tahapan ini baru dimulai setelah proses penerimaan Sekolah Manusia Unggul (Maung) selesai dilaksanakan.
"Pemetaan dilakukan agar siswa SMP dan MTs bisa memilih peminatannya, mau ke sekolah mana, negeri atau swasta, mau ke SMA atau SMK," ujar Purwanto di Bandung, Senin (18/5/2026).
Disdik Jabar akan membagikan akun kepada semua lulusan SMP dan MTs untuk mengakses sistem pemetaan tersebut. Purwanto meminta guru, kepala sekolah, dan orang tua turun tangan mensosialisasikan proses ini kepada anak-anak.
"Ini memerlukan kerja keras kita semua. Para siswa, orang tua, guru, dan kepala sekolah di tingkat SMP harus bisa menyampaikan informasi ini," tegasnya.
Pemetaan minat dinilai penting agar seluruh siswa kelas 9 di Jawa Barat tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Disdik menargetkan semua lulusan bisa mendaftar ke SMA, SMK, maupun MA.
Setelah pemetaan rampung, Disdik Jabar akan membuka SPMB tahap pertama pada 15 Juni 2026. Tahap kedua menyusul pada 30 Juni 2026. Purwanto menyebut siswa yang tidak lolos seleksi Sekolah Maung atau tidak terakomodasi dalam pemetaan minat bisa mengikuti SPMB di dua tahap tersebut.
"Mereka yang tidak lolos di Sekolah Maung atau tidak terakomodir pada pemetaan peminatan bisa mengikuti tahap satu dan tahap dua," ucapnya.
Purwanto menambahkan, pelaksanaan SPMB tahun ini ditargetkan berjalan lebih akuntabel dan berintegritas. Semua pemangku kepentingan pendidikan diminta berkomitmen menyelenggarakan seleksi secara adil tanpa diskriminasi.
Disdik Jabar mengklaim daya tampung sekolah tingkat SMA dan SMK di Jawa Barat mencukupi untuk menampung seluruh lulusan. Data mencatat total daya tampung mencapai 909.183 kursi, sementara jumlah lulusan SMP dan MTs tahun ini sebanyak 826.996 siswa.
"Daya tampung kita mencapai 109,93 persen. Semua lulusan SMP insyaallah tertampung, baik di negeri maupun di swasta," kata Purwanto.
Rincian daya tampung sekolah negeri mencapai 363.067 kursi. Terdiri dari 195.344 kursi SMA Negeri, 124.217 kursi SMK Negeri, 21.000 kursi Sekolah Maung, dan 21.888 kursi Madrasah Aliyah Negeri. Sementara sekolah swasta memiliki kapasitas lebih besar, yakni 546.116 kursi.
Purwanto mengungkapkan komposisi daya tampung sekolah negeri di Jawa Barat hanya sekitar 43 persen. Karena itu, sekolah swasta akan dilibatkan penuh dalam SPMB tahun ini. Pemprov Jabar juga berjanji membantu siswa dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di swasta.
"Kami bekerja sama dengan sekolah-sekolah swasta dan menjamin semua anak-anak miskin di Provinsi Jawa Barat akan ditanggung oleh pemerintah, baik yang bersekolah di negeri maupun di swasta," pungkas Purwanto.