Gempa Dangkal 4,5 M Guncang Sukabumi, Warga Cianjur Panik dan Bertahan di Luar Rumah

Penulis: Darmawan Putra  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 14:28:11 WIB
Gempa tektonik dangkal berkekuatan 4,5 magnitudo mengguncang Sukabumi dan membuat warga Cianjur panik.

CIANJUR — Guncangan gempa tektonik dangkal yang episentrumnya berada di Kabupaten Sukabumi membuat warga di Kecamatan Gekbrong, Warungkondang, Cilaku, Cianjur, dan Cugenang berhamburan keluar rumah. Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat mengatakan, data sementara menunjukkan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.

Kepanikan Merambah ke Rumah Sakit dan Puskesmas

Dampak psikologis terasa lebih besar ketimbang dampak fisik. Di sejumlah puskesmas dan rumah sakit, keluarga pasien dilaporkan berlarian keluar ruangan saat gempa terjadi. Warga baru berani kembali ke dalam rumah setelah beberapa puluh menit menunggu di luar untuk memastikan tidak ada gempa susulan.

"Gempa yang terjadi Minggu malam sempat membuat panik warga di sejumlah wilayah, namun warga kembali ke rumah setelah beberapa puluh menit bertahan di luar rumah guna memastikan tidak ada gempa susulan," kata Asep di Cianjur, Senin.

Episenter di Sukabumi, Kedalaman 28 Kilometer

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lokasi persis gempa pada koordinat 7,53 derajat Lintang Selatan dan 106,72 derajat Bujur Timur, tepatnya di wilayah Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 28 kilometer. Meski termasuk gempa dangkal, intensitasnya cukup keras terasa hingga ke wilayah tetangga.

Cuaca Ekstrem dan Ancaman Longsor Masih Mengintai

Selain gempa, BPBD Cianjur mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian besar wilayah. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan dekat tebing rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan secara mandiri.

"Kami menyiagakan petugas dan 360 relawan guna melakukan pengawasan, pelaporan serta melakukan mitigasi kerawanan bencana di wilayah masing-masing termasuk menjelang pergantian musim dari hujan ke panas," ujar Asep.

Antisipasi Kekeringan Saat Musim Kemarau Tiba

Memasuki masa transisi musim, BPBD bersama Pemkab Cianjur telah memetakan wilayah rawan kekeringan di bagian utara hingga selatan. Sejumlah infrastruktur seperti pipanisasi dan embung air telah dibangun untuk mengantisipasi krisis air bersih.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyiapkan truk tangki guna mendistribusikan air bersih ke kecamatan yang menjadi langganan kekeringan saat kemarau tiba.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top