SUMEDANG — Ancaman El Nino berkepanjangan membuat Pemerintah Kabupaten Sumedang bergerak cepat memperkuat ketahanan air untuk lahan pertanian. Dinas Pertanian Tanaman Pangan (DKPP) setempat mengusulkan pembangunan jaringan irigasi tersier di 75 titik rawan kekeringan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kepala DKPP Sumedang, Tono Soehartono, mengatakan titik-titik yang diusulkan tersebut merupakan hasil pemetaan berdasarkan pengalaman El Nino pada 2023 lalu. Wilayah prioritas meliputi Kecamatan Ujungjaya, Tomo, dan Surian yang dikenal sebagai sentra produksi padi daerah.
“Pemetaan dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan saat El Nino 2023, sehingga kita sudah bisa mengantisipasi titik-titik yang berpotensi terdampak,” ujarnya di Sumedang, Senin.
Sumedang saat ini memiliki jaringan irigasi pertanian dengan total panjang sekitar 2,1 juta meter yang mengairi lahan sawah seluas kurang lebih 30 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, lebih dari 70 persen jaringan disebut masih dalam kondisi baik dan berfungsi optimal.
Meski begitu, Pemkab Sumedang tetap mengajukan penguatan infrastruktur. Sebab, penurunan curah hujan akibat El Nino dinilai bisa mengganggu produktivitas pertanian secara signifikan. “Karena kemampuan APBD terbatas, kami intens berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk mendapatkan dukungan,” kata Tono.
Selain irigasi tersier, Pemkab Sumedang mengusulkan sejumlah strategi mitigasi lain ke Kementerian Pertanian dan Kementerian PU. Usulan tersebut mencakup pompanisasi, pipanisasi, serta pembangunan sumur dalam.
Sebagian usulan itu telah mendapat respons dari pemerintah pusat. Saat ini daerah tengah menyiapkan calon penerima dan calon lokasi (CPCL) sebagai tindak lanjut program.
Inovasi juga mulai digarap DKPP Sumedang dengan mengembangkan pemanfaatan energi listrik untuk sistem pompa irigasi. Uji coba kerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah dilakukan.
“Dari hasil uji coba, penggunaan listrik untuk pompa irigasi lebih hemat sekitar 25 persen dibandingkan BBM,” ujar Tono. Pemerintah daerah berharap berbagai langkah ini bisa menjaga produksi pangan tetap stabil meski ancaman El Nino berkepanjangan terus membayangi.