JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto secara tegas meminta anak muda Indonesia berani beralih dari ambisi menjadi pegawai negeri. Dalam pidatonya di hadapan DPR RI, Rabu (20/5), ia menyebut Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausaha ketimbang ASN.
“Kita ingin anak-anak muda jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah, tetapi harus berani untuk bersaing dengan dunia usaha,” ujar Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.
Untuk mewujudkan target itu, pemerintah berencana membuka program pendidikan kewirausahaan. Prabowo menilai sektor swasta yang dinamis hanya bisa lahir jika ada pelaku usaha dengan inovasi, inisiatif, dan keberanian mengambil risiko.
“Indonesia membutuhkan sektor swasta yang dinamis serta pelaku usaha dengan inovasi, inisiatif, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan manajerial yang baik,” sambungnya.
Prabowo melihat budaya kerja sebagai ASN kerap menjadi pilihan utama karena dianggap lebih stabil. Namun, ia menilai ketergantungan pada sektor publik tidak sehat bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai menggeser paradigma dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum resmi yang membahas arah kebijakan fiskal tiga tahun ke depan. Artinya, program kewirausahaan ini kemungkinan akan masuk dalam prioritas anggaran pemerintah mulai 2027.