29.225 SPPG Resmi Beroperasi per Mei 2026, Jawa Barat Jadi Poros Utama Penyerapan Rp 78 Triliun untuk 62 Juta Penerima

Penulis: Candra Setiabudi  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:40:07 WIB
SPPG siap beroperasi penuh Mei 2026 dengan Jawa Barat sebagai poros utama penyerapan anggaran.

BANDUNG — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membeberkan data sebaran 29.225 SPPG yang akan beroperasi secara resmi per Mei 2026. Jawa Barat menjadi poros utama dengan jumlah unit terbanyak, mengingat provinsi ini memiliki populasi padat dan angka kemiskinan yang signifikan.

Berapa SPPG yang Beroperasi di Jawa Barat?

Jawa Barat mendapat alokasi ribuan SPPG, menjadikannya provinsi dengan konsentrasi tertinggi secara nasional. Dadan menyebut sebaran ini disesuaikan dengan data penerima manfaat dari masing-masing daerah, mulai dari anak sekolah, ibu hamil, hingga balita.

“Dari total 29.225 SPPG, Jawa Barat menjadi yang terbanyak. Ini karena kita lihat dari sisi jumlah penduduk dan sasaran penerima yang besar,” ujar Dadan dalam paparannya, Senin lalu.

Anggaran Rp 78 Triliun untuk 62 Juta Penerima Manfaat

Program ini menyerap anggaran sebesar Rp 78 triliun yang dialokasikan untuk 62 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Angka ini mencakup biaya operasional SPPG, distribusi bahan pangan, hingga tenaga pengelola di setiap unit.

Setiap SPPG akan melayani ribuan penerima di wilayahnya masing-masing. Pemerintah menargetkan tidak ada daerah yang terlewat, termasuk desa terpencil di Jawa Barat yang selama ini sulit dijangkau program serupa.

Apa Dampak Langsung bagi Warga Jawa Barat?

Warga di daerah dengan konsentrasi SPPG tinggi, seperti Kabupaten Bogor, Bandung, dan Cirebon, bakal menerima paket gizi secara rutin setiap bulan. Bagi keluarga penerima, program ini diharapkan mengurangi beban pengeluaran pangan harian.

“Kami siapkan SPPG di titik-titik strategis, dekat dengan sekolah dan posyandu. Tujuannya agar distribusi cepat dan tepat sasaran,” tambah Dadan.

Kapan Program Ini Mulai Berjalan Penuh?

Seluruh SPPG ditargetkan beroperasi penuh pada Mei 2026. Saat ini, BGN masih melakukan verifikasi data penerima dan uji coba logistik di beberapa daerah di Jawa Barat.

Pemerintah daerah diminta menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti gudang penyimpanan dan tenaga pendamping lapangan. Jika semua rampung, program ini akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah bantuan sosial Indonesia.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top