BANDUNG — bank bjb berhasil menyabet lima penghargaan sekaligus dalam ajang Infobank–Isentia Digital Brand Appreciation 2026. Raihan ini menempatkan bank bjb sebagai salah satu institusi perbankan daerah dengan pengelolaan merek digital paling kuat di Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Majalah Infobank bekerja sama dengan Isentia, sebuah lembaga pemantau media dan analisis reputasi. Ajang ini mengukur kinerja merek digital berdasarkan frekuensi pemberitaan positif, sentimen publik di media sosial, serta efektivitas komunikasi digital selama setahun terakhir.
Dalam kategori Digital Brand Appreciation, bank bjb meraih predikat "Very Good" untuk beberapa unit bisnisnya. Penghargaan tersebut antara lain diberikan untuk kategori:
Penghargaan ini bukan sekadar piala. Bagi nasabah bank bjb di Jawa Barat dan seluruh Indonesia, pengakuan ini menandakan bahwa layanan digital yang mereka gunakan sehari-hari—seperti transfer, pembayaran, hingga pengajuan kredit—telah memenuhi standar keamanan dan kemudahan yang diakui secara nasional.
Transformasi digital yang dijalankan bank bjb dalam beberapa tahun terakhir memang masif. Mulai dari peluncuran aplikasi djamo untuk segmen milenial, pengembangan QRIS di ribuan merchant UMKM, hingga digitalisasi layanan di 65 kantor cabang dan ratusan unit kerja di seluruh Indonesia.
Dalam ajang yang sama, bank bjb unggul dibandingkan BPD lainnya dari segi frekuensi pemberitaan positif di media arus utama dan media online. Isentia mencatat bahwa sentimen publik terhadap bank bjb di platform media sosial juga cenderung positif, terutama terkait kemudahan layanan dan respons cepat customer service digital.
Pencapaian ini sekaligus menjawab tantangan persaingan dengan bank swasta dan bank digital murni yang mulai merambah segmen pasar daerah. Dengan basis nasabah yang kuat di Jawa Barat, Banten, dan beberapa provinsi lain, bank bjb membuktikan bahwa BPD mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan identitas lokal.
Pihak bank bjb menyatakan akan terus mengakselerasi transformasi digital, terutama pada layanan kredit digital dan integrasi ekosistem payroll untuk pemerintah daerah. Ke depan, bank bjb juga menargetkan peningkatan jumlah pengguna aplikasi mobile hingga 30 persen pada akhir 2026.
Dengan raihan ini, bank bjb tidak hanya memperkuat posisinya sebagai BPD terbesar, tetapi juga sebagai pionir transformasi digital perbankan daerah yang berdampak langsung pada kemudahan layanan bagi jutaan nasabah di Indonesia.