Persib Bandung Juara Liga 1 2025/2026, Bojan Hodak Sebut Musim Ini Paling Berat karena Harus Ganti 5 Pemain Inti

Penulis: Agus Hermawan  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:30:26 WIB
Persib Bandung meraih gelar juara Liga 1 2025/2026 setelah unggul head-to-head atas Borneo FC.

BANDUNGPersib Bandung resmi mengunci gelar juara Liga 1 2025/2026 setelah bermain imbang melawan Persijap Jakarta pada laga pamungkas. Kepastian itu membuat Maung Bandung mengoleksi 79 poin, sama dengan Borneo FC, namun unggul dalam aturan head-to-head. Namun di balik euforia tersebut, pelatih Bojan Hodak mengakui bahwa perjalanan musim ini jauh lebih berat dibanding dua musim sebelumnya.

Lima Pemain Baru, Adaptasi Jadi Momok Sepanjang Liga

Bojan Hodak mengungkapkan bahwa timnya harus melakukan regenerasi besar-besaran dengan mengganti lima pemain di tim utama. Proses adaptasi pemain anyar ini, menurutnya, menjadi faktor utama yang membuat permainan Persib tidak stabil di awal musim.

“Tahun ini mungkin salah satu musim tersulit bagi kami karena harus mengganti lima pemain di dalam tim utama,” kata Bojan di Bandung, Sabtu.

Ia membandingkan situasi tersebut dengan dua musim sebelumnya. Saat itu, komposisi pemain relatif sama, sehingga koordinasi di lapangan berjalan lebih konsisten dari pertandingan ke pertandingan. “Dua musim sebelumnya komposisi tim hampir sama, jadi musim ini lebih sulit, kami sangat beruntung,” lanjutnya.

Tekanan Ketat, Mental Juara Jadi Pembeda

Meski dihadapkan pada persaingan yang ketat, Bojan menegaskan timnya tidak kehilangan arah. Fokus, kerja keras, dan mental juara menjadi senjata utama untuk melewati setiap tekanan.

“Bagaimanapun, kami berhasil melewati semua kesulitan itu dan tetap bisa bersaing hingga akhir,” katanya.

Pernyataan itu sekaligus menjawab keraguan publik yang sempat mempertanyakan konsistensi Persib di tengah hiruk-pikuk bursa transfer. Keputusan manajemen untuk merombak skuad ternyata tidak serta-merta menurunkan daya saing tim.

Head-to-Head Tentukan Gelar, Borneo FC Jadi Runner-up

Persib dan Borneo FC finis dengan raihan poin identik, 79 angka. Namun, regulasi kompetisi menetapkan bahwa head-to-head menjadi penentu jika dua tim memiliki poin sama. Hasil pertandingan langsung antara kedua tim sepanjang musim membuat Persib unggul dan berhak atas gelar juara.

Kemenangan tipis ini sekaligus menegaskan bahwa dominasi Persib di papan atas bukan sekadar keberuntungan. Mereka berhasil mempertahankan tradisi juara meski harus melewati ujian terberat dalam beberapa musim terakhir.

Apa Tantangan Persib Musim Depan?

Dengan gelar juara yang sudah diamankan, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana Persib mempertahankan konsistensi di musim depan. Bojan belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai rencana tim ke depan, namun proses adaptasi yang telah dilalui musim ini bisa menjadi modal berharga.

Jika komposisi pemain musim depan lebih stabil, bukan tidak mungkin Persib akan tampil lebih garang dan sulit ditaklukkan. Sebaliknya, jika kembali terjadi perombakan besar, cerita adaptasi yang sama mungkin akan terulang lagi.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top