JAWA BARAT — Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, secara khusus membantah isu penghentian pembangunan di hadapan puluhan mahasiswa dari empat perguruan tinggi di Kalimantan Timur, Sabtu (23/5). Ia menegaskan konstruksi fisik dan pengembangan kawasan terus berjalan tanpa henti.
"Tidak benar kalau ada yang bilang IKN mangkrak dan hari ini saya juga tegaskan bahwa tidak benar kalau IKN merusak hutan," ujar Troy dalam siaran pers yang dikutip, Minggu.
Data Otorita IKN menunjukkan sebanyak 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah diteken dengan 65 pelaku usaha. Dari jumlah itu, 11 PKS merupakan investasi asing yang melibatkan delapan perusahaan dari enam negara: Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura. Sisanya, 64 PKS, berasal dari investor dalam negeri.
Investasi tersebut tersebar di sektor hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial. Troy menambahkan, aktivitas ekonomi seperti bisnis makanan dan minuman juga mulai tumbuh untuk memenuhi kebutuhan pekerja dan pengunjung di kawasan Nusantara.
Pembangunan tidak hanya terpusat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Troy menjelaskan, Otorita IKN mengembangkan sembilan wilayah perencanaan yang mencakup pusat ekonomi, bisnis dan kesehatan, energi baru terbarukan, kawasan hiburan, hingga pusat pendidikan dan riset. Konsep ini disebut sebagai Superhub Ekonomi Nusantara yang akan terhubung dengan Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Samarinda.
Untuk aspek lingkungan, Troy menyebut pihaknya telah menerapkan gaya hidup baru dengan menanam pohon endemik Kalimantan secara rutin. Bangunan di KIPP juga sudah didukung listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas hingga 50 megawatt.
Troy juga merespons putusan Mahkamah Konstitusi yang menetapkan DKI Jakarta masih sebagai ibu kota negara. Menurut dia, putusan itu tidak membatalkan IKN, melainkan memperkuat koridor hukum perpindahan ibu kota. "Fakta hari ini adalah IKN terus berproses dan terus dibangun," kata Troy dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5).
Ia menegaskan pendanaan proyek bersumber dari tiga skema: APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta. "Semuanya bergulir pada saat ini, artinya proses pembangunan terus bergerak. Tidak ada kata berhenti, stagnan, atau mangkrak," pungkasnya.