BANDUNG BARAT — Disparbud Kabupaten Bandung Barat meminta pengelola wahana ekstrem di kawasan wisata melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas penunjang. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang diperkirakan terjadi pada momentum libur panjang Iduladha 2026.
Kepala Disparbud KBB, Asep Dendih, menyebut peningkatan kunjungan wisatawan kerap diiringi dengan risiko kecelakaan di wahana berbahaya jika tidak diawasi ketat. Ia mengingatkan, petugas di lapangan wajib memahami prosedur keselamatan dan standar operasional penggunaan wahana.
"Setiap karyawan harus memahami prosedur pengecekan dan standar keamanan sehingga pengunjung dapat merasa lebih aman dan nyaman saat berwisata," ujar Asep saat dihubungi, Kamis (28/5/2026).
Selain keselamatan, Disparbud KBB juga menyoroti aspek kebersihan. Asep menegaskan, toilet, area umum, hingga akses menuju lokasi wisata harus dipastikan bersih. Hal ini dinilai berpengaruh langsung terhadap penilaian wisatawan terhadap suatu destinasi.
"Mulai dari toilet, area umum, hingga akses menuju lokasi wisata harus dipastikan bersih dan nyaman untuk digunakan pengunjung," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Asep mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendorong pemerataan pengembangan destinasi wisata ke wilayah selatan. Langkah ini sejalan dengan program Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.
"Pengembangan wisata kini mulai diarahkan ke wilayah selatan seperti Curug Malela dan sejumlah desa wisata di kawasan barat Bandung Barat yang sedang dipetakan potensinya," tandasnya.