BANDUNG — Persib Bandung memastikan situasi daftar cekal FIFA telah memasuki babak penyelesaian. Klub kebanggaan Jawa Barat itu merilis pernyataan resmi pada awal 2026 untuk meredakan kekhawatiran publik, khususnya para pendukung setia.
Dalam keterangan resmi, manajemen Persib menjelaskan masalah hukum yang memicu masuknya klub ke daftar cekal FIFA tengah diupayakan selesai secara administratif. Pihak klub memastikan tidak ada sanksi berat yang mengancam kelangsungan kompetisi tim.
“Kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan semua kewajiban terselesaikan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan,” demikian pernyataan yang diterima media, Senin lalu.
Daftar cekal FIFA adalah mekanisme sanksi larangan mendaftarkan pemain baru akibat sengketa kontrak atau utang yang belum dibayar. Jika tidak segera diselesaikan, klub bisa kehilangan kesempatan merekrut pemain anyar di bursa transfer.
Persib menegaskan proses mediasi dengan pihak lawan sudah berjalan. Klub optimistis masalah ini tidak mengganggu persiapan tim menghadapi kompetisi Liga 1 musim depan.
Manajemen Persib memastikan aktivitas transfer pemain tetap berjalan normal. Meski masuk catatan FIFA, klub masih bisa mengajukan banding atau menyelesaikan kewajiban finansial agar larangan dicabut.
“Kami sudah mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan. Semoga dalam waktu dekat status ini bisa segera clear,” tambah perwakilan manajemen.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggal pasti kapan nama Persib resmi dihapus dari daftar cekal FIFA. Manajemen menargetkan penyelesaian dalam beberapa pekan ke depan agar tidak mengganggu jadwal pendaftaran pemain.
Bobotoh diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Klub berjanji terus memberikan pembaruan secara transparan.