BOGOR — Sistem satu arah atau one way yang diterapkan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, pada akhir pekan dan hari libur nasional seringkali menjadi kendala bagi pengemudi ambulans. Mereka mengaku kesulitan melaju ketika membawa pasien karena harus mengantre bersama kendaraan lain yang terjebak kemacetan panjang.
Para pengemudi ambulans yang kerap melintasi jalur tersebut menyebut bahwa situasi darurat tidak bisa menunggu antrean panjang kendaraan. Saat one way diberlakukan, jalur yang seharusnya kosong justru dipenuhi kendaraan pribadi dan bus, sehingga ambulans tidak punya ruang untuk mendahului.
Dalam beberapa kesempatan, pengemudi ambulans terpaksa menyalip dari bahu jalan atau meminta pengendara lain minggir secara manual. Namun, tidak semua pengendara memberikan jalan karena padatnya volume kendaraan. “Kami hanya ingin ada perlakuan khusus, misalnya jalur khusus atau prioritas saat one way,” ujar salah satu pengemudi ambulans yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian yang bertugas mengatur rekayasa lalu lintas di Jalur Puncak belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan ini. Namun, beberapa petugas di lapangan mengaku akan berusaha memprioritaskan ambulans jika situasi memungkinkan, meskipun tidak ada prosedur tetap yang mengatur.
Keterlambatan ambulans akibat kemacetan di Jalur Puncak berpotensi membahayakan pasien yang membutuhkan penanganan medis segera. Pengemudi ambulans berharap ada koordinasi antara Dinas Perhubungan, kepolisian, dan pengelola jalur wisata untuk menciptakan sistem yang lebih ramah terhadap kendaraan darurat.
Sebelumnya, sejumlah pihak sempat mengusulkan pembuatan jalur khusus atau koridor darurat di sepanjang Jalur Puncak. Namun, hingga saat ini usulan tersebut belum terealisasi karena terkendala lahan dan biaya. Para pengemudi ambulans berharap pemerintah daerah segera mencari solusi agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Selain Jalur Puncak, kemacetan serupa juga kerap terjadi di jalur wisata lain seperti kawasan Puncak Dua dan Cisarua. Pengemudi ambulans yang bertugas di wilayah tersebut juga mengeluhkan hal yang sama, terutama saat libur panjang atau musim liburan sekolah.
Rekayasa lalu lintas one way di Jalur Puncak biasanya diberlakukan pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, terutama saat arus kendaraan menuju kawasan wisata meningkat drastis. Sistem ini diterapkan untuk mengurangi kemacetan, namun justru menimbulkan masalah baru bagi kendaraan darurat.
Tidak. Ambulans tetap harus mengikuti arus lalu lintas yang berlaku. Namun, pengemudi bisa meminta prioritas kepada petugas di lapangan jika situasi darurat.
Masyarakat bisa menghubungi pos polisi terdekat atau call center kepolisian setempat untuk melaporkan kondisi darurat di jalur yang macet.
Petugas kepolisian yang berjaga di titik-titik tertentu biasanya yang berwenang memberikan prioritas. Namun, belum ada prosedur baku yang mengatur hal ini secara khusus.