BOGOR — Keputusan ini diambil setelah evaluasi teknis menunjukkan struktur JPO Paledang sudah mengalami kerusakan parah. Material bangunan mulai rapuh dan tidak lagi memenuhi standar keselamatan bagi pejalan kaki. Pemerintah Kota Bogor menilai perbaikan tidak lagi efisien dibandingkan pembongkaran total.
Pelican crossing yang akan dibangun bukan sekadar zebra cross biasa. Fasilitas ini dilengkapi traffic light khusus yang bisa diaktifkan pejalan kaki dengan menekan tombol. Saat tombol ditekan, lampu kendaraan akan berubah merah, memberikan waktu aman bagi warga untuk menyeberang.
Sistem ini dinilai lebih adaptif untuk jalan dengan volume kendaraan tinggi seperti di kawasan Paledang. Tidak seperti JPO yang memaksa pejalan kaki naik turun tangga, pelican crossing memungkinkan akses di permukaan jalan tanpa hambatan vertikal.
Keputusan membongkar, bukan merenovasi, diambil setelah kajian struktur bangunan. Pemerintah Kota Bogor menemukan bahwa kerusakan JPO Paledang sudah mencapai tingkat yang mengancam keselamatan. Biaya renovasi, menurut sumber di lingkungan pemkot, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan pembangunan baru.
Pembongkaran juga membuka peluang penataan ulang kawasan Paledang yang selama ini dikenal padat. Trotoar di sekitar lokasi akan dilebarkan agar pejalan kaki lebih leluasa bergerak menuju titik pelican crossing.
Proses pembongkaran direncanakan berlangsung tahun ini. Pemerintah Kota Bogor belum merilis jadwal pasti, namun proyek ini masuk dalam daftar prioritas penataan infrastruktur pejalan kaki. Warga yang biasa melintas di JPO Paledang disarankan mulai mencari rute alternatif selama masa transisi.
Pelican crossing ditargetkan beroperasi penuh setelah pembongkaran rampung. Pemasangan rambu dan marka jalan akan dilakukan bersamaan agar tidak ada celah waktu tanpa fasilitas penyeberangan yang aman.
Pemerintah Kota Bogor memastikan pelican crossing di Paledang akan dilengkapi waktu tunggu yang cukup lama, terutama di jam sibuk pagi dan sore. Tombol pengaktif ditempatkan di ketinggian yang bisa dijangkau anak-anak dan pengguna kursi roda.
Pengawasan juga akan diperketat pada minggu-minggu pertama operasional. Petugas Dinas Perhubungan Kota Bogor rencananya ditempatkan di lokasi untuk mengedukasi pejalan kaki dan pengendara yang belum terbiasa dengan sistem baru ini.