KARAWANG — Panitia SPMB SMKN 1 Karawang harus bekerja hingga malam hari melayani orang tua yang datang langsung ke sekolah. Gangguan teknis pada server aplikasi pendaftaran membuat proses seleksi tahun ini jauh lebih rumit dibanding tahun sebelumnya.
"Error-nya lama. Biasanya (tahun lalu) paling lama dua hari, tapi kalau sekarang terjadi setiap hari," ujar Pono Siswanto, panitia SPMB SMKN 1 Karawang, Jumat (12/6/2026).
Tingginya minat masyarakat bersekolah di SMKN 1 Karawang memperparah situasi. Berdasarkan data panitia, total pendaftar yang masuk melalui jalur PCMB mencapai 2.564 orang. Sementara itu, sekolah hanya mampu menampung 864 siswa baru.
Artinya, hanya sekitar satu dari tiga pendaftar yang bisa diterima. Kondisi ini membuat setiap gangguan teknis langsung memicu kekhawatiran orang tua akan nasib anak mereka.
Gangguan yang terjadi bukan sekadar server lambat. Nama peserta yang sudah berhasil mendaftar kerap hilang dari database, lalu muncul kembali secara acak. Panitia kesulitan memastikan data mana yang valid sebelum proses sinkronisasi selesai.
Pihak sekolah mengimbau orang tua untuk tetap tenang. Tim teknis pusat disebut terus memperbaiki sistem agar data kembali stabil.
Kekhawatiran yang tak kunjung reda membuat orang tua memilih datang langsung ke SMKN 1 Karawang. Mereka ingin memastikan data anak mereka tercatat dengan benar di sistem.
Panitia pun terpaksa memperpanjang jam kerja. Penjelasan diberikan satu per satu kepada wali murid yang datang hingga malam hari demi meredam kepanikan yang meluas.