BOGOR — Jasad AS pertama kali ditemukan oleh pemilik kos yang curiga karena pintu kamar terkunci dari dalam dan korban tak kunjung keluar sejak sehari sebelumnya. Setelah didobrak, pria paruh baya itu sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka di bagian leher.
Kapolsek Ciseeng, Iptu Asep Saepudin, mengatakan peristiwa terjadi di sebuah kamar kos di Kampung Ciseeng, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Pemilik kos mencium bau menyengat dari kamar korban sekitar pukul 14.00 WIB.
"Pemilik kos mencoba memanggil namun tidak ada jawaban. Karena pintu terkunci, akhirnya didobrak bersama warga," kata Iptu Asep dalam keterangannya, Senin (17/2/2025).
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sebilah pisau yang diduga digunakan korban untuk melukai dirinya sendiri. Tidak ada tanda-tanda kekerasan dari orang lain di tubuh korban.
"Dari hasil olah TKP sementara, kami menduga korban bunuh diri karena depresi. Hasil interogasi dengan keluarga dekat, korban sempat bercerita tentang masalah asmara yang sedang dihadapinya," ujar Iptu Asep.
AS diketahui tinggal seorang diri di kos tersebut selama beberapa bulan terakhir. Ia bekerja sebagai buruh harian di sekitar kawasan Ciseeng. Keluarga korban yang datang ke lokasi menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi warga untuk lebih peduli terhadap kondisi tetangga atau penghuni kos di sekitarnya. Kapolsek Ciseeng mengimbau agar warga segera melapor jika melihat perilaku mencurigakan atau perubahan drastis pada seseorang.
"Jangan ragu untuk menghubungi aparat setempat jika ada warga yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau tekanan psikologis berat. Penanganan dini bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," pungkas Iptu Asep.