CIBINONG — Dua proyek transportasi ikonik di Kabupaten Bogor, yaitu Kereta Api (KA) Jasinga dan Kereta Gantung Puncak, resmi masuk dalam peta jalan pembangunan daerah. Bupati Bogor membeberkan bahwa pihaknya telah mematangkan kajian bersama PT KAI dan investor asing untuk merealisasikan kedua proyek tersebut.
Jalur kereta api Jasinga merupakan jalur nonaktif yang membentang dari Stasiun Citayam menuju Kecamatan Jasinga. Jalur ini dianggap vital untuk memecah kepadatan lalu lintas di jalur alternatif Bogor–Lebak dan membuka akses ekonomi bagi warga di wilayah barat Kabupaten Bogor.
Bupati menyebut kajian awal menunjukkan potensi besar jalur ini sebagai angkutan komuter bagi warga yang setiap hari bekerja ke Jakarta atau Bogor. “Kami kaji ulang trase lama, beberapa titik sudah berubah fungsi jadi permukiman. Butuh pendekatan baru agar layak secara teknis dan finansial,” ujar Bupati dalam keterangannya.
Wacana kereta gantung di kawasan Puncak kembali mencuat setelah bertahun-tahun mandek. Kali ini, Pemkab Bogor mengaku sudah menggandeng investor asing yang memiliki pengalaman membangun sistem angkutan kabel di negara pegunungan.
Rencananya, jalur kereta gantung akan membentang dari kawasan Gadog hingga Puncak Pass. Sistem ini ditargetkan mampu mengangkut ribuan penumpang per jam dan menjadi alternatif utama kendaraan pribadi yang kerap macet berjam-jam di jalur Puncak.
“Kami tidak ingin proyek ini hanya wacana. Kajian teknis dan lingkungan sedang diperdalam. Investor asing sudah menyatakan komitmen awal,” kata Bupati.
Jika terealisasi, proyek Kereta Api Jasinga diprediksi akan memangkas waktu tempuh warga dari Jasinga ke Stasiun Citayam dari 2 jam menjadi sekitar 40 menit. Sementara itu, kereta gantung Puncak diharapkan mengurangi volume kendaraan di jalur wisata utama sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor pariwisata dan perawatan infrastruktur.
Namun, sejumlah warga dan pegiat lingkungan masih menunggu kajian detail, khususnya terkait dampak visual dan ekologis di kawasan Puncak yang merupakan daerah resapan air.
Pemkab Bogor belum memastikan jadwal groundbreaking. Saat ini, proses masih di tahap studi kelayakan (feasibility study) dan penyusunan skema pendanaan. Bupati menargetkan hasil kajian rampung pada akhir tahun ini sebelum masuk ke tahap perizinan dan pembebasan lahan.
“Kami tidak mau terburu-buru. Yang penting kajian matang, anggaran jelas, dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” tutupnya.