Wamen Transmigrasi Viva Yoga: Peran Polri Kini Tak Sekadar Kamtibmas, Tapi Kawal Program Strategis dan Demokrasi

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 00:28:01 WIB
Wamen Transmigrasi Viva Yoga menilai peran Polri kini meluas ke pengawalan program strategis dan demokrasi.

BOGOR — Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menilai peran Polri kian vital dalam mengawal transformasi bangsa. Menurutnya, institusi kepolisian kini tak lagi hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, melainkan turut mengawal program strategis dan demokrasi.

Pernyataan itu disampaikan Viva Yoga usai mengikuti Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri yang tengah merayakan hari jadinya.

Dukungan di Lapangan dan Pesan Presiden

Viva Yoga mengaku kerap mendapat dukungan kepolisian saat melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah transmigrasi. “Dalam berbagai kunjungan kerja di kawasan transmigrasi, saya juga disambut oleh Kapolda dan Kapolres. Saya ucapkan selamat HUT Bhayangkara, semoga Polri semakin jaya dalam melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya di Cikeas.

Ia mengutip sambutan Presiden Prabowo Subianto dalam HUT Bhayangkara yang menyebut bangsa Indonesia sedang melakukan transformasi di berbagai bidang. “Transformasi dilakukan agar bangsa kita menjadi negara yang modern, makmur, dan berkeadilan. Dalam transformasi inilah peran penting polisi. Bapak Presiden menuturkan peradaban yang berhasil karena memiliki polisi yang unggul,” ujar Viva Yoga.

Penegakan Hukum Harus Adil, Bukan Tajam ke Bawah

Sebagai aparat penegak hukum, Viva Yoga meminta agar hukum ditegakkan secara adil dan mengayomi masyarakat. Ia menegaskan pesan Presiden Prabowo bahwa hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

“Pesan Presiden, hukum tidak boleh menjadi alat bagi seseorang atau kelompok untuk alat balas dendam, mengkriminalisasi, maupun menyalahgunakan wewenang,” tegasnya.

Viva Yoga juga mengapresiasi langkah Polri dalam merespons aksi massa dari berbagai elemen masyarakat. Ia menilai polisi telah menjalankan standar prosedur yang ditentukan. “Ruang yang diberikan kepada masyarakat untuk menyampaikan aksi merupakan bentuk dari menjamin hak setiap warga dalam berdemokrasi. Ini bentuk polisi ikut menjaga demokrasi,” tutur mantan Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) itu.

Jaga Kepercayaan Rakyat, Dengar Suara Warga

Untuk meningkatkan profesionalisme, Viva Yoga mendorong Polri menjalankan pesan Presiden Prabowo, khususnya dalam menjaga hubungan dengan rakyat. “Dengar dan lindungi suara rakyat, jangan susahkan mereka. Apalagi Bapak Presiden mengatakan, gaji dan peralatan yang dimiliki polisi berasal dari uang rakyat,” pungkasnya.

Ia berharap Polri terus menjaga kepercayaan rakyat dengan mengedepankan pelayanan dan profesionalisme di tengah tugas yang kian kompleks. Transformasi institusi, menurutnya, menjadi kunci agar Polri mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan zaman.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top